Categories: Bengkalis

Desa Berstatus Mandiri Diberi Insentif Rp75 Juta

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis kepada desa yang sudah berstatus mandiri, tahun ini akan diberikan penghargaan baik secara administratif maupun keuangan berupa insentif sebesar Rp75 juta melalui mekanisme dana transfer ADD.

“Mulai 2024 ini kami akan memberikan penghargaan, baik secara administratif maupun keuangan berupa insentif sebesar Rp75 juta, melalui mekanisme dana transfer ADD,” ujar Bupati Bengkalis Kasmarni.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Bengkalis Kasmarni usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan tahun 2024, kepada 341 tenaga Pendamping Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bengkalis di Bengkalis, Senin (8/1).

Bupati menegaskan, kepada seluruh kepala desa mulai saat ini, dirinya tidak ingin lagi mendengar ada desa yang tidak mau menjadi desa mandiri dengan berbagai alasan yang tidak berdasar. Penilaian terkait indeks kemandirian desa merupakan ketetapan pemerintah pusat yang wajib dijalankan.

Terkait pendamping desa/kelurahan bupati juga mengingatkan, kepada 341 tenaga pendamping desa/kelurahan se-Kabupaten Bengkalis, baik pendamping ekonomi maupun pendamping pembangunan untuk menjalankan tugas dengan baik dan amanah

“Ingat, SK yang saudara-saudari terima memiliki konsekwensi besar, mencakup komitmen, kapasitas, kapabilitas serta pengalaman, agar saudara-saudari dapat membantu kami, dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, baik di desa maupun di kelurahan, dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bengkalis bermarwah maju dan sejahtera,” tegasnya.

Untuk itu, tunjukkan kinerja yang disiplin dan loyalitas dengan baik, juga akuntabel sesuai tupoksi, termasuk mendampingi aparatur desa dalam mengelola anggaran serta pemberdayaan masyarakat, terkhusus lagi dalam menyukseskan program unggulan bantuan keuangan khusus Bermasa satu miliar satu kecamatan, satu kelurahan dan satu desa.

“Alhamdulillah, dalam beberapa tahun terakhir ini kami melihat kinerja para pendamping desa, yang bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintahan desa telah berdampak positif. Hal tersebut dapat kita lihat dengan meningkatnya indeks kemandirian desa, di mana saat ini telah memiliki 97 desa mandiri, 39 desa maju, dan tak lagi ada desa dengan status berkembang apalagi desa tertinggal dan desa sangat tertinggal,” ujarnya.

Pencapaian tersebut jelas bupati, merupakan yang tertinggi di Provinsi Riau, bahkan telah mendapat penghargaan dari Kemendes PDTT dengan penghargaan tingkat Madya percepatan pembangunan desa. Untuk itu diminta prestasi dan kinerja ini ditingkatkan lagi kedepannya.(ksm)

Redaksi

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

10 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

10 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

11 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

11 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago