Qariah cabang tilawah remaja putri asal kafilah Bengkalis tampil memukau di Astaka utama MTQ Riau, Pasir Andam Dewi Bengkalis, Selasa (1/7/2025).
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau memasuki babak akhir, Selasa (1/7). Semangat para finalis makin terasa, terlebih dengan hadirnya dukungan keluarga dan masyarakat yang ikut menyaksikan langsung perjuangan para peserta.
Dua qari muda dari tuan rumah Bengkalis, Muhammad Habibi dan Mansur, berhasil melaju ke final cabang tilawah anak-anak dan remaja putra. Lantunan ayat suci yang mereka bacakan di Lapangan Pasir Andam Dewi mengundang rasa haru dan kebanggaan.
Ketua LPTQ Bengkalis, Andris Wasono, memberikan apresiasi atas perjuangan mereka. “Kami tahu ini bukan perjuangan yang mudah. Tapi mereka telah membuktikan bahwa kerja keras dan cinta pada Al-Qur’an tak akan sia-sia,” ucapnya.
Meski hasil lomba belum diumumkan, penampilan keduanya disambut hangat keluarga. Senyum penuh haru dan pelukan menyambut Habibi dan Mansur di akhir penampilan mereka, menambah suasana emosional di arena lomba.
Di Musala Al-Hikmah, enam peserta tilawah tunanetra juga tampil luar biasa. Tiga peserta putra dan tiga putri dari berbagai kabupaten/kota membacakan ayat-ayat pilihan yang ditentukan melalui undian.
Ketua Majelis Hakim, H. Sufriadi, memberikan semangat kepada para finalis. Ia berharap bacaan mereka menjadi bentuk ibadah dan mempererat hubungan dengan Al-Qur’an.
Di Aula IAIN Datuk Laksemana, regu Fahmil Qur’an putra dan putri Bengkalis menampilkan kemampuan terbaik. Meski belum berhasil menjadi juara pertama, mereka tetap bersyukur atas pencapaian ini.
Regu putri meraih posisi kedua, sedangkan regu putra di peringkat ketiga. “Mereka sudah berjuang luar biasa. Prestasi ini tetap layak dibanggakan,” ujar H. Imam Hakim dari Bidang Pelatihan Kafilah.
Final Qiraat Murattal dan Barzanji berlangsung khidmat di Masjid Nurul Huda dan Gedung Al-Farabi IAIN Bengkalis. Finalis dari berbagai kabupaten tampil memukau dengan teknik bacaan yang mengutamakan tajwid, makna, dan keindahan suara.
Peserta Qiraat berasal dari kalangan remaja dan dewasa, termasuk perwakilan dari Bengkalis, Pekanbaru, Siak, Meranti, dan Inhu. Sedangkan lomba Barzanji mempertemukan regu putra dan putri dari Rokan Hulu, Pelalawan, Pekanbaru, dan daerah lainnya.
Sore harinya, Dewan Hakim menggelar rapat pleno di Ruang Dang Merdau, Kantor Bupati Bengkalis. Rapat ini menjadi momen penting untuk menetapkan juara di masing-masing cabang.
“Pleno ini sangat menentukan. Kami ingin memastikan semua berjalan transparan dan adil,” ujar Dewan Pengawas MTQ, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhmah.(ksm)
Tukang ojek di Bengkalis dibacok penumpang menggunakan parang setelah mengantar ke Desa Kembung Baru. Korban…
Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada…
Sekitar 3.500 Pramuka mengikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru. Wako Agung Nugroho mendorong aksi…
Kabut asap di Pekanbaru membuat jarak pandang hanya 1.600 meter. Citilink QG936 sempat holding sebelum…
Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…
HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…