Kepala SMAN 1 Bangkinang Kota M Hendra Yunal MSi berfoto bersama siswa berprestasi di halaman sekolah, Kamis (29/8/2019). (HENDRAWAN KARIMAN/RIAU POS)
KAMPAR (RIAUPOS.CO) — SMAN 1 Bangkinang Kota kembali meraih prestasi. Kali ini, sejumlah siswanya menjadi wakil Kampar maupun Riau di berbagai ajang. Sekolah melakukan penyambutan khusus bagi siswa yang baru saja pulang dari berbagai ajang, Kamis (29/8).
Di antara yang disambut adalah peserta Pertukaran Pelajar 2019, Regita Mayang Rahmi. Regita membawa nama Riau pada ajang ini di Jogjakarta 12-23 Agustus 2019. Lalu Adetya Bratayudhawibowo, wakil Riau pada ajang Duta Anak 2019 di Makassar. Terakhir Duta Remaja 2019 Nafisa Kenanga yang meraih juara II tingkat provinsi.
Adapun yang dilepas hari itu adalah M Ridho Alifa yang merupakan wakil Riau dalam ajang Parlemen Remaja 2019. Ridho akan berangkat ke Bogor lalu ke Jakarta selama tanggal 2-6 September 2019. Pada hari itu juga menyambut siswanya yang menjadi Paskibra di tingkat kabupaten dan provinsi. Kendati belum mampu tampil di Istana Negara seperti tahun lalu, namun satu siswa tampil sebagai pengibar di Kantor Gubernur Riau, Wira Ananda. Tujuh siswi menjadi Paskibra di kabupaten. Mereka Helvita Rahmasari, Sabila Munawaroh, Nabila, Meidinas Nurul, Romay Sehatni Putri, Dhea Ananda Geovani dan Natasya Adzilla Yolanda. Kepala Sekolah SMAN 1 Bangkinang Kota M Hendra Yunal MSi menyebutkan, prestasi itu merupakan hasil dari penerapan manajemen berbasis sekolah dan manajemem peserta didik yang baik.(end/c)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.