Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Pj Sekko Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut dan Inspektur Pekanbaru Zulhelmi Arifin memberikan keterangan pers usai rapat bersama Forkopimda Pekanbaru, Selasa (17/2/2026).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan pelaksanaan tradisi Petang Belimau dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Kegiatan ini ditargetkan diikuti minimal 5.000 warga, melihat tingginya antusias masyarakat setiap tahun.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Selasa (17/2) mengatakan, Petang Belimau merupakan budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat Melayu sebagai bentuk kebahagiaan dalam menyambut datangnya Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi.
“Persiapan Petang Belimau ini akan diikuti minimal 5.000 masyarakat Kota Pekanbaru. Antusiasnya sangat tinggi. Ini budaya yang menjadi kebahagiaan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini dipusatkan di Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di tepian Sungai Siak. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dan budaya kuat bagi masyarakat Pekanbaru.
Menurut Agung, Petang Belimau murni tradisi kebudayaan masyarakat yang menekankan kebersamaan dan kepedulian sosial. Di dalamnya terdapat santunan anak yatim, pasar murah, pembagian sembako, serta kegiatan sosial lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menyebutkan rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah makam pendiri Kota Pekanbaru di kawasan Masjid Raya Pekanbaru, Rabu (18/2) pukul 13.30 WIB.
Ziarah dilakukan ke makam Marhum Pekan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai pendiri Kota Pekanbaru. Kegiatan dilanjutkan dengan Salat Ashar berjemaah, kemudian arak-arakan menuju tepian Sungai Siak untuk mengikuti prosesi adat.
Setelah itu, rombongan menuju Rumah Singgah Tuan Kadi untuk mengikuti seremonial, termasuk penyerahan santunan kepada anak yatim serta prosesi memandikan anak yatim dengan air limau secara simbolis oleh wali kota. Seluruh peserta mengenakan pakaian Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap adat.
Selain kegiatan sosial dan adat, Pemko Pekanbaru juga menargetkan pelepasan 10.000 bibit ikan patin ke Sungai Siak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan populasi patin sungai sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem.
Agung menambahkan, kegiatan tersebut juga selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan konsep Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) guna menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan rangkaian kegiatan ini, kami berharap tradisi Petang Belimau tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” tutupnya.(ali/ilo/yls)
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…