Categories: Riau

Bulan Terang, BanjirRendam Permukiman

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)  —  Banjir rob sering menerpa warga Nusa Indah Hujung, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Seperti hari ini, Selasa (26/11) kemarin permukiman warga di sana kembali direndam air laut. Bahkan beberapa kediaman mereka juga ikut sama. Tak kenal waktu, setiap terang bulan, warga mengaku kondisi itu rutin terjadi.

"Kondisi ini  sering dan kerap dialami oleh kami dan warga sempat," ujar salah seorang warga setempat, Salisah kepada Riau Pos.

Menurut Salisah, tinggi airnya pun bervariasi tergantung cahaya bulan. Saat ini tinggi air rata-rata dua kali mata kaki, badan jalan sekitar tak terlihat. Semetara jika bulan terang penuh tinggi air bisa mencapai selutut.

Biasanya, kata dia lagi bulan terang penuh akhir tahun, seperti Desember 2019 mendatang air pasang laut akan naik tinggi. "Setiap bulan pasti banjir. Pantang bulan terang, air pasang naik," ujarnya.

Hingga saat ini, belum nampak upaya pemerintah untuk menangkal air laut masuk ke permukiman warga sekitar. Disamping itu ia tidak menyangkal awal tahun 2019 lalu ada dari pihak dinas ke lokasi.

"Ada kemarin akhir tahun mereka kemari. Mereka ukur ketinggian air. Tapi entah untuk apa, kami tak tahu," ujarnya.

Anak Salisah, Putra menambahkan, jika warga sudah pernah minta bantu ke pemerintah untuk meninggikan badan jalan dan irigasi anak sungai. Pasalnya jika badan jalan itu ditinggikan dan sungainya terbendung pasang air laut dipastikan tidak akan bisa masuk ke permukiman.

"Asal air laut meluap lewat air sungai yang berada di samping badan jalan ini. Jika jalan ini ditinggikan tak bakalan airnya masuk ke permukiman padat di sini,"ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, At Taufik menyebutkan, jika perubahan iklim  khususnya di daerah tersebut memang berdampak terhadap naiknya air laut atau rob terjadi sejak belasan tahun terakhir.

Terlebih di Tebingtinggi, dataran rendah. Ketinggian nol sampai 3 meter di atas permukaan laut termasuk dataran rendah dengan permukaan datar atau landai. Bahkan terdapat daerah 10 sampai 30 cm di bawah permukaan laut yang tak jarang menjadi langganan rob dan abrasi penggerusan daerah pesisir.

Untuk meningkatkan ketahan an terhadap ancaman banjir dan rob, pihaknya semula telah membahas ini bersama Pemda Meranti. "Kita telah desak mereka untuk segera buat DED-nya. Namun bergantinya kepala OPD terkait usulan itu mandek," ujarnya.(wir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Miris! Tiga Anak di Siak Setiap Hari Mengemis, Orang Tua Diberi Ultimatum

Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…

4 jam ago

Fazya-Halda Dinobatkan sebagai Bujang Dara Meranti 2026, Siap Melangkah ke Tingkat Riau

Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…

5 jam ago

MUI Ingatkan Warga Jelang Agustusan: Soal Pakaian Karnaval hingga Hadiah Lomba

MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…

5 jam ago

Target 100 Pohon per Gudep, Wali Kota Pekanbaru Libatkan Pramuka dalam Green City

Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…

6 jam ago

23,6 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Sudah Diperbaiki, Ini Ruas yang Masih Digarap

Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…

6 jam ago

Karhutla di Inhu Meluas hingga 50 Hektare, Api Mulai Merangsek ke Hutan Primer

Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…

9 jam ago