Categories: Riau

Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai Agustus, Ini Ketentuan yang Berlaku

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menyiapkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan dengan mendapatkan penghapusan sanksi administratif berupa denda keterlambatan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau Ninno Wastikasari mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau. Insentif fiskal daerah itu diharapkan dapat memberikan keringanan bagi masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak kendaraan.

Dengan adanya pemutihan, wajib pajak yang selama ini terkendala membayar karena denda yang terus menumpuk dapat menyelesaikan kewajibannya tanpa harus dibebani akumulasi sanksi keterlambatan.

“Rencana diberlakukan selama 1 bulan saja. Khusus pada bulan Agustus,” kata Ninno.

Ia menjelaskan, program penghapusan denda pajak kendaraan tersebut memiliki waktu pelaksanaan yang terbatas. Pemutihan akan berlangsung secara serentak di seluruh unit pelayanan Bapenda Riau mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026.

Program ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat Riau yang menunda pembayaran pajak akibat besarnya akumulasi denda. Selama masa pemutihan, wajib pajak cukup membayarkan pokok pajak sesuai dengan formula yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Program berlaku pada 1 Agustus sampai 31 Agustus. Maka kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program dalam memperingati HUT Riau Ke-69 ini,” sebutnya.

Selain penghapusan denda, Ninno juga menjelaskan mekanisme pembebasan pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi wajib pajak yang tidak membayarkan pokok pajak terutang selama dua tahun atau lebih sejak masa pajak kendaraannya berakhir.

Untuk besaran pembayaran, Bapenda Riau juga telah menyiapkan skema yang meringankan wajib pajak dengan tunggakan lama. Masyarakat tidak diwajibkan melunasi seluruh pokok tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Pokok pajak kendaraan bermotor yang dibayar adalah pajak terutang tahun terakhir ditambah dengan pokok pajak tahun berjalan,” jelasnya.

Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

7 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

7 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

1 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

1 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

1 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

1 hari ago