Categories: Riau

Pembangunan Flyover Garuda Sakti Masuk Tahap Pembebasan Lahan, Fisik Ditargetkan 2027

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti, Pekanbaru, terus dipersiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau. Dalam proyek ini, Pemprov Riau bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik flyover menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan, proses persiapan pembebasan lahan saat ini tengah dilakukan. Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 94 persil tanah yang masuk dalam rencana pembebasan untuk pembangunan flyover tersebut.

” Dari data yang dikumpulkan di lapangan, total ada 94 persil tanah yang akan dibebaskan. Target penyelesaian ganti rugi lahan tersebut pada akhir tahun 2026 ini,” katanya.

Di tengah proses pembebasan lahan yang berjalan, BPJN Riau juga telah menyelesaikan finalisasi Detail Engineering Design (DED) pembangunan flyover. Dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang harus disiapkan sebelum proyek konstruksi fisik dimulai.

“Sementara kami menyelesaikan pembebasan lahan, pihak BPJN juga sudah memfinalisasi DED-nya. Termasuk juga Amdal Lalin-nya, sehingga seluruh tahapannya semua berjalan dan ditargetkan pada 2027 mendatang pembangunan fisik flyover sudah bisa dilaksanakan,” sebutnya.

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak menambahkan, pihaknya akan melaporkan kesiapan pembangunan fisik kepada Kementerian PU setelah seluruh proses pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Riau rampung.

“DED pembangunan flyover-nya sudah kami buat, termasuk Amdal. Jika pembebasan lahan sudah selesai, kami akan langsung laporkan ke pimpinan untuk pengerjaan fisiknya,” katanya.

Yohanis menjelaskan, flyover tersebut memiliki panjang penanganan mencapai 644 meter. Struktur flyover akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju arah Bangkinang.

Adapun panjang oprit di sisi arah Pekanbaru mencapai 145 meter, sedangkan oprit menuju arah Bangkinang memiliki panjang 160 meter.

“Selanjutnya untuk clearance 5,3 meter, perkerasan oprit dan frontage menggunakan rigid pavement dan lebar struktur flyover 18,8 meter,” paparnya.

Redaksi

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

20 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

21 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

21 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

21 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

21 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

22 jam ago