Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi. (INTERNET)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Video lama Ustaz Abdul Somad (UAS) yang beredar terkait salib menimbulkan polemik. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mengungkapkan keprihatinan dan menyesalkan beredarnya video tersebut sehingga dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia.
"MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pengunggah pertama video yang diduga mengandung konten SARA tersebut untuk mengetahui motif, maksud dan tujuan dari pelakunya," kata Zainut, Senin (20/8).
Ia juga mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat dengan cara mengadu domba antarumat beragama.
"Hati-hati dan dewasa dalam menyikapi masalah tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan dan membuat masalahnya menjadi semakin besar dan melebar ke mana-mana," jelasnya.
Terhadap masalah yang menimpa UAS, Zainut menyarankan agar para pihak menempuh jalur musyawarah dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan persaudaraan.
"Jika jalur musyawarah/kekeluargaan tidak dapat dicapai kata mufakat, sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum maka jalur hukum adalah pilihan yang paling terhormat," jelasnya
Sebelumnya, UAS membantah telah melakukan penistaan agama. Pasalnya UAS mengaku hanya menjawab pertanyaan terkait patung dan kedudukan Nabi Isa AS dari salah seorang jamaah.
"Saya jawab pertanyaan, bukan membuat-buat untuk merusak hubungan," kata UAS.
Selain itu, UAS juga menjelaskan tanya jawab yang dilakukannya pada saat itu adalah tausyiah tertutup yang berada di dalam masjid dan khusus internal umat Islam, yang dijelaskan sesuai dengan Alquran dan sunnah Nabi.
"Itu pengajian di dalam masjid, tertutup. Bukan di stadion, bukan di lapangan sepakbola, bukan di TV, tapi untuk interen umat Islam. Menjelaskan pertanyaan tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS untuk orang Islam dalam Alquran dan sunnah Nabi," jelas UAS.
Sebelumnya UAS dilaporkan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) atas dugaan penistaan agama. "Maka, kami melaporkannya. Ini menyangkut kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Sumber : Jawa Pos
Editor : Rinaldi
Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…
Kebakaran melanda teras lantai enam Gedung Kejati Riau akibat dugaan korsleting listrik, petugas DPKP Pekanbaru…
Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…
Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…
Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…
Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…