Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad (tengah) menyerahkan bibit pohon kepada Direktur Utama Riau Pos Ahmad Dardiri (lima kiri) usai pertemuan silaturahmi, Kamis (19/2/2026). MHD AKHWAN/RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan pentingnya peran humas yang cepat, tepat, dan akurat dalam menyampaikan informasi kepada publik di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Penegasan itu disampaikan Pandra saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor redaksi Riau Pos di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (19/2). Ia hadir bersama Kasubbid Penmas AKBP Rudi A Samosir dan Ps Paur Penmas Ipda Vicki.
Kedatangan rombongan disambut Direktur Utama Riau Pos Ahmad Dardiri, Direktur Asmawi Ibrahim, Firman Agus, Manajer Pemasaran Abdul Kadir Bey, Penanggung Jawab Iklan T Rasmin, Koordinator Liputan M Ali Nurman, Manajer Program, Produksi, Marketing RTv Sujarno, serta Manajer Keuangan Hidayat Algeri. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi.
Dalam pertemuan tersebut, Pandra menekankan bahwa di era keterbukaan informasi, humas harus bekerja profesional dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan akurasi. Selain itu, humas juga dituntut partisipatif, objektif, serta mampu menjaga kepercayaan publik.
“Humas harus cepat, tepat, dan akurat. Termasuk juga partisipatif, objektif, serta bisa dipercaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan komunikasi publik di Riau saat ini tidak terlepas dari isu lingkungan. Polda Riau terus mengedepankan konsep green policing sebagaimana menjadi perhatian pimpinan daerah, termasuk dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Di Riau tantangannya masalah lingkungan. Pak Kapolda menegakkan green policing. Soal karhutla juga jadi tantangan,” katanya.
Menurutnya, jajaran humas di tingkat polres harus sigap merespons pertanyaan wartawan maupun masyarakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi, terutama di tengah cepatnya penyebaran kabar di media sosial.
“Intinya bagaimana sekarang humas yang ada di polres cepat menjawab pertanyaan wartawan dan masyarakat. Jangan sampai tanpa penjelasan informasi sudah viral. Itu perlu pola edukasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif melalui konsep pentahelix terus didorong untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.
Dalam kesempatan itu, Pandra juga mengenang perjalanan kariernya, termasuk saat pernah menjadi ajudan Kapolri pada masa Jenderal Pol Sutanto menjabat.
Sementara itu, Ahmad Dardiri menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan itu membawa wawasan dan inspirasi bagi insan pers.
“Ini kunjungan yang penuh ilmu dan penuh latar belakang. Kabid Humas pernah menjadi Abang None Jakarta, lalu menjadi Kapolres pertama di Meranti, merintis di wilayah yang saat itu termasuk paling tertinggal di Riau,” ujarnya.
Ia berharap silaturahmi tersebut semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan media dalam menghadirkan informasi yang berkualitas, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.(nda)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.