PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pada momen peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia HUT RI ke-75 di Riau.
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengikuti kegiatan launching uang kertas pecahan Rp 75 ribu bersama dengan Bank Indonesia wilayah Riau, Senin (17/8/2020).
Yang menggembirakan, bahwa salah satu gambar pada uang tersebut adalah gambar anak yang mengenakan pakaian Melayu Riau.
"Ini merupakan surprise bagi kita, dimana pada uang pecahan Rp 75 itu, ada salah satu anak Riau dengan pakaian Melayu terlihat disana," kata Gubri Syamsuar.
Pada uang tersebut, lanjut Gubri, ada sembilan anak-anak dari beberapa daerah di Indonesia dan semuanya berusia 10 tahun. Diharapkan, nantinya pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia, anak-anak tersebut termasuk generasi muda milenial yang menguasai digital.
"Salah satu misi penampilan gambar anak-anak tersebut yakni untuk membangkitkan semangat, agar nantinya anak-anak yang usianya 10 ini mereka nantinya akan menjadi SDM yang handal untuk Indonesia," sebutnya.
Saat dinyatakan terkait alasan dipilihnya anak Riau lengkap dengan pakaian Melayu nya untuk ditampilkan di uang kertas pecahan Rp 75 ribu tersebut, Gubri menyebut bahwa pemerintah pusat melihat dari budaya dan sejarah di Riau.
"Riau juga punya sejarah, dimana salah satu pahlawan nasional yakni Sultan Syarif Kasim berasal dari Riau. Dimana beliau ini berjasa untuk perjuangan bangsa ini dengan memberikan uang bagi negara untuk perjuangan," jelasnya.
Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Editor: Eko Faizin
Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…
Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…
DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…
Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…
Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…
146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…