Categories: Nasional

Tjahjo Minta Maaf Soal Film Ilegal yang Dibagikannya di Medsos

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Diserang para pelaku industri film di media sosial, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Tjahjo Kumolo buka suara. Hal itu terkait link atau tautan film bajakan yang ia sebarkan di Twitter.

"Saya mendapat kiriman Whatsapp koleksi film perjuangan tersebut –mengingat Hari Kemerdekaan RI– saya berbagi saja kepada grup via Twitter," tulis Tjahjo dalam kicauan yang ditujukan langsung ke sutradara Joko Anwar.

Dalam keterangan itu Tjahjo menambahkan, "Mohon maaf kalau saya salah dan khilaf, kalau saya harus membayar karena saya berbagi, saya siap semampu saya."

Sebelumnya, pada Ahad(16/7/2020), Tjahjo membagikan sejumlah tautan film secara ilegal di Twitter. Beberapa judul yang disertakannya termasuk Cut Nyak Dien, Sang Pencerah, Sang Kiai, Senja Merah di Magelang, serta Ketika Bung Karno di Ende.

Hal itu lantas menuai reaksi dari sejumlah sineas film Indonesia, termasuk Joko Anwar, Ifa Isfansyah, serta Sheila Timothy.

Sutradara Ifa Isfansyah yang mengaku sakit hati dengan tindakan Tjahjo dengan membalas kicauan Tjahjo tersebut.

"Ikut prihatin dengan rendahnya literasi hak cipta dan hak edar di Indonesia. Bahkan seorang menteri menyebarkan link ilegal. Saya sakit hati!" kicau Ifa.

Selain itu, produser Lala Timothy juga berpendapat bahwa tindakan Tjahjo ini menjadi cerminan kurangnya wawasan tentang film yang legal atau tidak untuk ditonton.

"Masih banyak yang belum paham mana link legal mana yang bajakan. Perjuangan kita masih panjang, dan pendidikan jadi sangat penting sekali. Teman-teman film Indonesia, yuk kita tonton yang legal. Say no to piracy," tulisnya di Twitter.

Selain Ifa dan Lala, sejumlah pengguna Twitter pun menyayangkan tindakan Tjahjo sebagai menteri yang tidak memberi contoh baik.

"Miris lihat ini seharusnya menteri mendukung perfilman Indonesia, dengan nonton yang legal pak, ada tuh situs baru cuman goceng, kasihan pak filmmaker bikin karya film itu gak gampang pak, pake otak dan pikiran," tulis seorang pengguna.

"Sekelas elite enggak paham etika perfilman. No wonder negara ini dipimpin sama orang-orang berliterasi rendah," tambah lainnya.

"Apakah benar ada seorang menteri @jokowi membagi-bagikan link film-film Indonesia di Youtube yang di-upload secara ilegal? Kalau benar, ijinkan saya patah hati dan hilang harapan pemerintah Indonesia serius mendukung atau paham industri kreatif," kicau Joko.

Sumber: Antara/CNN/Berbagai Sumber
Edutor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago