Categories: Riau

Rajut Silaturahmi, Suku Budi Caniago Halal Bihalal

LUBUK JAMBI (RIAUPOS.CO) – Salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, usai Idul Fitri atau bulan Syawal, banyak suku di setiap kenegerian memanfaatkannya dengan melakukan halal bihalal, menjalang mamak, Rayo Onam (Raya Enam).

Tradisi ini dilaksanakan untuk merajut silaturahmi, saling kenal mengenal satu dengan yang lain, antara Datuk, mamak dan cucu kemenakan. Begitu pula Suku Budi Caniago Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Jumat (14/6/2019) melaksanakan halal bihalal.
Kegiatan yang dipusatkan di GOR PB Azhar Desa Koto Lubuk Jambi itu, dihadiri para Datuk-datuk penghulu suku. Di antaranya, Mahmud Sulaiman Datuk Tomo sebagai Datuk Pucuk Suku Budi Caniago Lubuk Jambi. Hendri Ragam Datuk Mongguang, Datuk Rang Kayo Bosar, Datuk Sidimarajo dan Datuk penghulu lainnya. Ratusan anak dan cucuk kemenakan Suku Budi Caniago dari berbagai desa di Kuantan Mudik hadir dalam hajatan tahunan itu.

Meski dilaksanakan sederhana, namun terlihat penuh kekeluargaan dan hikmad ketika ayat suci Alquran dilantunkan qori Yuliati. Dilanjutkan ceramah adat yang disampaikan Muhammad Yusuf.

Datuk Pucuk Suku Budi Caniago Lubuk Jambi, Mahmud Sulaiman Datuk Tomo mengatakan, ajang halal bihalal ini memiliki makna sangat penting. Karena disini lah saling kenal mengenal keluarga di dalam suku. Apalagi, halal bihalal ini sudah belasan tahun tidak dilaksanakan. ’’Mana Datuk, mamak, adik, cucu dan kemenakan, disini saling tempatnya. Saling kenal dan bersilaturahmi,’’ ujarnya.
Di samping itu, Datuk Tomo banyak memberikan penjelasan dan nasehat pada cucu kemenakan tentang datuk-datuk penghulu di Suku Budi Caniago yang harus di ketahui cucu kemenakan serta adat yang ada. Selama ini, yang diketahui cucu kemenakan, datuk penghulu suku 49 orang tetapi sebetulnya 56 orang. Karena itu, selaku Datuk Pucuk, Mahmud Sulaiman menyampaikan terimakasih atas kerja keras panitia yang menyiapkan ini.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Syafriadi mengatakan, gagasan ini muncul karena keinginan untuk kembali merajut silaturahmi keluarga besar Suku Budi Caniago. Apalagi, sudah 15 tahun halal bihalal tidak terlaksana.(dac)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

15 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

15 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

15 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

15 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

17 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

17 jam ago