Categories: Politik

Wawasan Kebangsaan Atasi Tergerusnya Rasa Cinta Tanah Air

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Direktur Bina Ideologi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Dirjen Polpum Kemendagri, Drajat Wisnu Setyawan mengakui mulai tergerusnya rasa cinta kebangsaan saat ini. Sejumlah hal yang menjadi pemicu adalah lahir berbagai konflik horizontal di masyarakat, korupsi yang merajalela, cinta produk luar dan penggunaan bahasa asing kian marak.

"Untuk itu kita harus berupaya mencegah tergerusnya rasa cinta kebangsaan dan persatuan lewat wawasan kebangsaan," ujar Drajat Winsu yang bicara via daring, Kamis (25/11).

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pemantapan Wawasan Kebangsaan Tahun 2021 dengan tema Satu Pandangan Dalam Bingkai NKRI, Kamis (25/11) pagi di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru. Kegiatan ditaja oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau.

Secara resmi acara dibuka oleh Drs Kaharuddin MPd selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau. Sedang peserta berjumlah 60 orang dari berbagai latar belakang seperti pegawai negeri, guru, mahasiswa, partai politik, wartawan, ormas, LAM, dan LSM.

Turut pula hadir ketua pelaksana Sri Petri Haryati SPd yang juga Kabid Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Riau. Termasuk dua pembicara lokal yaitu Kasiter Korem 031/Wirabima Kolonel Kav Jonny Harianto G SIP dan Dr Santoso MSi dosen Universitas Muhammadiyah Riau (Umri).

Jonny Harianto memaparkan tonggak perjuangan bangsa Indonesia dari Sumpah Pemuda 1928, proklamasi kemerdekaan 1945, pembangunan dan stabilitas 1966, reformasi dan demokrasi 1998, dan menuju Indonesia Emas 2045. Banyak tantangan yang mendistorsi rasa kebangsaan rakyat dari masa ke masa namun mampu diatasi bangsa Indonesia. Di era kekinian, tantangan juga tak kalah besar termasuk perebutan wilayah teritorial Indonesia oleh negara negara tetangga di Pulau Sipadan dan Ligitan serta di Kepulauan Natuna.

Bangsa Indonesia juga punya tantangan lain yakni kemiskinan dan kebodohan. Sekaligus ini menjadi musuh bersama bangsa.

Ketiga pembicara akhirnya sepakat bahwa segala upaya untuk menjaga keutuhan bangsa harus merujuk atau berdasarkan pada empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. "Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan,” ujarnya.(zed)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago