DIPERIKSA: Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat tiba di Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019). Amin Rais diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais memenuhi panggilan kepolisian sebagai saksi kasus dugaan makar yang dilakukan Eggi Sudjana. Amien mengaku kooperatif selama pemeriksaan.
Mantan Ketua MPR itu datang bersama tim kuasa hukumnya tepat pukul 10.30, kemarin. Sambil bergegas masuk ke ruangan penyidik, Amien menunjukan sebuah buku yang menurut dia mampu menjadi referensi bagi kepolisian. Buku itu belakangan diketahui merupakan buku yang berjudul, Jokowi People Power.
“Iya, bukunya dibawa untuk jadi bukti,†ungkap Amien kepada wartawan.
Amien diperiksa lebih dari sepuluh jam oleh penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya. Dia diberondong 37 pertanyaan. Amien mengaku buku yang ditunjukkan oleh dirinya sebelum pemeriksaan merupakan referensi yang diberikan kepada kepolisian untuk membandingkan kata people power dengan kasus yang dialami Eggi Sudjana. “Kita tunjukkan secara terminologi kata people power. Jadi ini sudah ada sebelumnya,†ungkap Amien.
Menurut dia, people power yang diungkapkan dirinya dan Eggi Sudjana merupakan people power enteng-entengan. Bukan mengarah kepada people power yang ingin menggulingkan pemerintahan resmi. “Iya, people power enteng-entengan. Jadi bukan people power yang menggulingkan rezim,†sebut dia.(bry/jpg)
>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Padati Bike Community Pariaman mengirim tiga goweser untuk ikut Riau Pos Fun Bike 2026, mendukung…
Aksi penjambretan di Bukit Raya berujung maut. Korban tewas saat mempertahankan tas, dua pelaku diamankan…
Kennedy dan Melissa resmi dinobatkan sebagai Koko Cici Riau 2026 dalam grand final di Mal…
Roadshow Kopi Good Day Goes to School kembali digelar di SMAN 6 Pekanbaru dan disambut…
Museum Sang Nila Utama Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan RI…
BPBD Siak, polisi, dan BBKSDA memastikan video dugaan serangan harimau di Kandis adalah hoaks dan…