Categories: Politik

Berbagi Sembako Ada Kalender Paslon, Legislator Golkar Ini Membantah

SIAK ( RIAUPOS.CO) – Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Kandis menangani dugaan pelanggaran Pilkada salah seorang anggota DPRD Siak Fraksi Golkar asal dapil 3 Kecamatan Kandis saat reses. Laporannya, seorang anggota DPRD yakni Jondris Pakpahan mengajak warga yang hadir untuk mencoblos salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati pada 9 Desember dengan membagi-bagikan sembako berupa minyak kemasan dan gula pasir.

Reses tersebut dilaksanakan dua hari sebelum masa tenang, yakni Jumat 4 Desember 2020 dan sehari setelahnya, bertempat di Kelurahan Simpang Belutu Kecamatan Kandis.

Komisi Pelanggaran Panwaslucam Kandis Ir Syarifuddin ketika dikonfirmasi membenarkan dugaan ditemukan pelanggaran pilkada yang dilakukan salah satu anggota DPRD Siak dapil Kecamatan Kandis saat reses dengan mengajak warga yang hadir memilih salah satu paslon.

"Benar, laporan tersebut telah kami teruskan ke Bawaslu Siak. Yang kami proses yakni ajakan memilih salah satu calon bupati saat reses, juga mengamankan sembako yang dibagikan ke warga dan ada satu kalender calon bupati tersebut," jelasnya, Ahad (6/12/2020).

Ketua Relawan Alfedri-Husni Merza, Charles Purba didampingi Ketua DPC Hanura Siak Ariadi Tarigan mengaku melaporkan temuan tersebut ke Panwaslu Kecamatan Kandis.

"Kami sudah melaporkan perbuatan itu kepada Panwaslu Kecamatan. Kami menganggap perbuatan itu menyalahi peraturan KPU dan perbuatan itu merugikan calon lain. Ini harus diusut," kata Charles.

Menurut Charles, pembagian sembako yang disertai pula bahan kampanye berupa kalender paslon bupati terindikasi sebagai perbuatan money politic. Hal tersebut sudah melanggar ketentuan undang-undang Pemilu.

Ditambahkan Ariadi Tarigan bahwa pembagian sembako saat reses tidak dibenarkan. Kemudian jika reses, kenapa ada gambar paslon yang dibawa.

"Dia beralasan itu adalah saat resesnya sebagai anggota dewan. Saya juga anggota DPRD Siak dua periode yakni 2009-2014, 2014-2019. Meski dalam reses tidak dibenarkan membagikan sembako," katanya.

Dirinya meminta kepada Gakkumdu, pihak berwajib untuk mengusut masalah ini sejelas-jelasnya. Menurut Ariadi, jika kasus ini tidak diusut akan menjadi preseden buruk sehingga mencederai Pilkada Siak 2020. Padahal semua paslon sejak awal sudah menandatangani pakta integritas untuk menjalankan pilkada damai, santun dan bermartabat.

Di bagian lain, anggota DPRD Siak Jondris Pakpahan saat dikonfirmasi RiauPos.co, membantah adanya ajakan untuk memilih salah satu paslon saat dirinya reses. Dirinya menegaskan telah menyampaikan klasifikasi ke Panwaslu Kecamatan Kandis .

"Saya telah mengklarifikasi kepada Panwaslu Kandis. Saya mengetahui setelah pulang dari reses. Saya membagikan sembako sebagai oleh-oleh buah tangan. Tidak ada kalender paslon sewaktu saya reses," paparnya.

Laporan: Wiwik Werdaningsih (Siak)
Editor: Eka G Putra

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

6 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

6 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

7 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

7 jam ago

Buntut Video Viral Diduga LGBT, Satpol PP Pekanbaru Panggil Pengelola Kafe Laksamana Muda

Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengelola Kafe Laksamana Muda dan orang-orang dalam video viral yang…

7 jam ago

Tampil di Forum CAFEO ke-44 Bandung, Plt Gubri SF Hariyanto Raih Pengakuan ASEAN Engineer

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai Gubernur pertama di Indonesia yang meraih pengakuan…

8 jam ago