Categories: Petuah Ramadan

Cermin Ramadan

RIAUPOS.CO – Ramadan adalah bulan yang selalu dinanti oleh umat Islam di seantero dunia. Lebih hebat lagi penantian Ramadan oleh orang-orang yang mencapai halawatul iman (kemanisan iman). Penikmat keimanan, merasakan begitu indah dan moleknya Ramadan sehingga alpa bahwa kekasihnya itu hanya hadir antara 29 dan 30 hari setahun.

Penikmat iman seringkali tergoda dengan kemolekan Ramadan, sampai lupa sudah hampir berakhir perjumpaan dengan kekasihnya yang teramat menawan itu.

Panggilan iman bagi orang yang berpuasa mempunyai maksud intrinsik, di mana ada perbedaan antara Islam dengan iman. Berislam yang tunduk dan patuh kepada ajaran yang dibawa oleh baginda Nabi SAW. Sedangkan beriman tashdiq fi qalbi, ikrar bi lisan, dan shadaqahul amal.

Berislam haruslah kafah dan holistik. Islam kafah artinya internalitas diri terbangun komprehensif dalam kehidupan. Makna Islam kafah inilah yang dimaksud dengan makna iman di atas. Berislam dengan makna sederhana belumlah cukup. Karena berislam mestilah dengan beriman. Seolah kita mengatakan saya beriman, maka saya adalah orang berislam secara kafah.

Beragama atau memahami agama tidak boleh setengah-setengah. Bahkan beragama harus holistik dan kafah. Islam mengajarkan banyak hal, ada kewajiban ada hak. Perolehan hak mestilah ada kewajiban. Menuntut hak adalah wajib, tetapi memaksakan hak dengan tidak melunasi kewajiban adalah nista.

Islam menawarkan sejumlah maslahat yang membuat penganutnya damai, tenteram, dan bahagia. Sebagai contoh, Allah SWT mewajibkan puasa. Dilihat sepintas puasa terasa berat karena zahirnya yang harus menahan diri untuk tidak makan, minum, jimak, dan segala yang membatalkan ibadah tersebut. Namun apabila ditelaah, ternyata puasa dapat menyehatkan jiwa dan raga.

Realitasnya apa yang diwajibkan pastilah bernilai maslahat yang besar bagi pengamalnya. Contoh lain, Allah melarang bersuuzan, berhujat, memfitnah. Karena jika berhenti dari yang dilarang semesta jadi damai dan tenteram. Sayangmya banyak yang tidak menyadari bahwa pelarangan Allah memiliki maslahat bagi pribadi dan umat.

Ramadan adalah cermin dari maslahat yang mengantarkan seorang mukmin berperilaku positif dengan didikan spektakuler sebulan penuh. Ramadan mendidik orang bercermin, introspeksi diri bahwa kenyataannya kita memiliki kekurangan yang perlu dilengkapi dengan kebersamaan, bahu membahu, dan saling membantu satu sama lain.

Berkah Ramadan untuk semua dan terlahir sebagai fitrah di Syawal nanti. Aamiin.***

Oleh : Khairunnas Rajab, Rektor UIN Suska Riau

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Bobol Toko HP di Pekanbaru, Terduga Pencuri 25 iPhone Ditangkap

Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…

8 jam ago

Empat Lagu Tradisional Rohul Resmi Kantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual

Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.

8 jam ago

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…

9 jam ago

Bahas Persiapan MTQ Riau, Bupati Kuansing Temui Sekdaprov

Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…

9 jam ago

Kajati Riau Lantik Fredy Feronico Jadi Kajari Rohul

Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.

9 jam ago

Minyakita Mahal di Pekanbaru, Bapanas Minta Produsen Transparan soal Distribusi

Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…

9 jam ago