Tim Riset Unggulan Unri foto bersama dengan anggota DPRD Riau Ayat Cahyadi SSi MPWK (tiga kiri) usai Forum Group Discussion di Kampung Bandar Pekanbaru, baru-baru ini. (Unri untuk Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Riau (Unri) melalui program Riset Unggulan menggelar penelitian tentang pengembangan wisata berbasis masyarakat di kawasan pesisir Kampung Bandar, Pekanbaru. Penelitian ini dipimpin oleh Dr Zulkarnain SPi Lc MSi yang juga Koordinator Prodi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Unri, bersama sejumlah dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Tim peneliti yang tergabung dalam riset ini antara lain Dr Lamun Bathara SPi MSi, Asnika Putri Simanjuntak MSi, Ardi Gustri Purbata SP MSi, M Irsyad Nur MSi, dan Habib Irsya SPi. Penelitian ini merupakan bagian dari program DIPA Riset Unggulan Unri.
Tujuan penelitian tersebut adalah menemukan strategi komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap potensi wisata pesisir di Kampung Bandar. Untuk itu, pada Sabtu (23/8), tim menggelar Forum Group Discussion (FGD) di lokasi penelitian. Hadir dalam forum itu anggota DPRD Riau Ayat Cahyadi SSi MPWK serta pakar perencanaan wilayah.
Menurut Zulkarnain, pengembangan wisata yang berkelanjutan membutuhkan strategi komunikasi yang mampu mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.
“Partisipasi masyarakat yang efektif hanya bisa terwujud dengan komunikasi yang tepat dan sesuai karakteristik lokal,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dinilai efektif dalam menarik minat generasi muda untuk datang berkunjung.
“Media sosial bisa jadi jembatan kuat mempromosikan Kampung Bandar sebagai destinasi wisata menarik bagi wisatawan muda,” tambahnya.
Sementara itu, Ayat Cahyadi menyebutkan, dukungan media lokal dengan pesan yang menyesuaikan kondisi sosial budaya setempat akan memperkuat keterlibatan masyarakat. Dengan begitu, pengelolaan wisata tidak hanya menjadi program pemerintah atau akademisi, tetapi juga tumbuh sebagai gerakan bersama warga.
Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi positif bagi pengembangan sektor pariwisata di Riau, dengan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan sekaligus pelestarian destinasi.(nto)
Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…
HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…
Karhutla di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, memasuki hari keempat. Api padam, tetapi sejumlah titik…
Job Fair Rohul 2026 digelar 12 Oktober untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan…
BGN Kuansing meminta SPPG memperketat pemeriksaan menu MBG untuk mencegah makanan basi atau kedaluwarsa yang…
Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…