Categories: Pendidikan

FEB dan FH UIR Dorong Petani Siak Naik Kelas Lewat Edukasi Madu Kelulut

SIAK (RIAUPOS.CO) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Riau (UIR) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), para dosen kedua fakultas hadir di Rumah Madu Kelulut Nirwana, Desa Merempan, Kabupaten Siak, Senin (3/11), memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha madu lokal.

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Tiga dosen UIR menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut dengan fokus utama pada strategi pemasaran, perlindungan hukum, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Materi pertama disampaikan oleh Dr Hj Eva Sundari SE MM dari FEB UIR dengan tema “Strategi Penjualan Madu melalui Re-Packaging pada Usaha Madu Kelulut Nirwana.” Eva menekankan pentingnya inovasi kemasan agar madu kelulut memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Selanjutnya, Yuliana Indah Sari SH MH dari FH UIR membawakan materi bertema “Pentingnya Pendaftaran Hak Merek pada Usaha Madu Nirwana.” Ia menjelaskan bahwa perlindungan hukum terhadap merek menjadi langkah penting agar produk lokal punya identitas kuat dan terlindungi dari peniruan.

Sesi ketiga diisi oleh Arie Yusnelly SE MM dari FEB UIR dengan topik “Edukasi Manajemen SDM melalui Budidaya Madu Kelulut untuk Menambah Penghasilan Keluarga.” Arie mengajak peserta melihat budidaya madu bukan sekadar pekerjaan sampingan, tetapi peluang ekonomi yang dapat menambah kesejahteraan rumah tangga.

Menurut Dr Hj Eva Sundari, kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan literasi dan kapasitas para petani madu di Siak, terutama dalam hal strategi penjualan dan penguatan merek. “Kami berharap setelah kegiatan ini, peserta mampu menciptakan identitas merek sendiri, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta mengelola usaha secara lebih profesional,” ujarnya.

Eva menambahkan, Desa Merempan dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan madu kelulut, namun masih membutuhkan pendampingan di bidang manajemen usaha dan strategi pemasaran. “Dengan edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat agar lebih siap bersaing dan produk Madu Kelulut Nirwana semakin dikenal luas,” katanya.

Melalui kegiatan PKM ini, UIR berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa. Harapannya, usaha madu kelulut di Siak tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga mampu tumbuh berkelanjutan dengan dukungan pengetahuan dan manajemen yang lebih baik.(van/c)

Redaksi

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago