Asisten Logistik Kapolri (Aslog Kapolri) Irjen Pol Suwondo Nainggolan S.I.K, M.H turun langsung mengecek sekaligus memimpin pemadaman Karhutla di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kamis (10/9/2026). (Istimewa)
PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan mendapat penguatan dari Mabes Polri. Sebanyak 300 jeriken Formula X-Fire dengan kapasitas 20 liter per jeriken dikirim untuk mendukung pemadaman, sehingga total formula yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 liter.
Asisten Logistik Kapolri (Aslog Kapolri) Irjen Pol Suwondo Nainggolan S.I.K, M.H bahkan turun langsung mengecek sekaligus memimpin pemadaman Karhutla di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kamis (10/9/2026).
Dalam kunjungannya, Suwondo didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan S.I.K, M.H, M.Hum serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Polda Riau. Rombongan juga bersama Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara S.I.K, Kalaksa BPBD Pelalawan Tengku Zulfan, Kadis Sosial Pelalawan drg. Erwin Rommel, Kadis Lingkungan Hidup Pelalawan Eko Novitra, jajaran Polres Pelalawan, personel Brimob dan unsur TNI.
Kegiatan tersebut turut diikuti Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmat, S.H., S.I.K., M.M., perwakilan Kodim 0313/KPR, manajemen PT RAPP, 35 personel BKO Sat Brimobda Riau serta personel gabungan Polres Pelalawan dan Polsek rayonisasi.
Setibanya di Desa Sering, rombongan mengecek titik api dan kondisi lahan yang terbakar. Pemadaman kemudian dilakukan menggunakan Formula X-Fire Polri yang dipimpin langsung oleh Aslog Kapolri.
Dukungan formula tersebut terutama ditujukan untuk penanganan kebakaran di lahan gambut yang membutuhkan pemadaman dan pendinginan secara lebih optimal.
Polri menyebut pengiriman Formula X-Fire merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional kepada jajaran di daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire yang akan digunakan untuk membantu penanganan Karhutla, terutama pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Suwondo.
Menurutnya, karakteristik lahan gambut membutuhkan metode dan strategi yang tepat. Formula tersebut diharapkan membantu personel mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian Karhutla, sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” terangya.
Formula X-Fire merupakan inovasi zat cairan pemadam yang dikembangkan Slog Mabes Polri bersama Korps Brimob dan sebelumnya telah digunakan dalam penanganan Karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan.
Dalam penggunaannya, Formula X-Fire dicampurkan dengan air menggunakan komposisi 200 liter formula dan 800 liter air untuk setiap 1.000 liter campuran. Formula tersebut disebut berbahan dasar CPO dan tepung tapioka.
Penyemprotan dilakukan menggunakan teknik spiral, dimulai dari bagian luar kawasan yang terbakar dan secara bertahap menuju titik api utama. Teknik ini bertujuan membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat pendinginan kawasan terdampak.
Suwondo menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi pemerintah, aparat keamanan, perusahaan dan masyarakat.
“Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan dalam merespons setiap titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan dilakukan mulai pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum.
“Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Pemadaman di Desa Sering berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, rombongan beristirahat dan selanjutnya kembali menuju Mapolda Riau melalui jalur darat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla,” tutupnya. (amn)
Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…
Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…
Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…
Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…