Categories: Pendidikan

Unri Aktifkan Kembali Puskesmas Simpang Kiri Pascabanjir Aceh Tamiang

RIAUPOS.CO – Tim Kesehatan Tanggap Darurat Universitas Riau (Unri) berhasil mengaktifkan kembali layanan Puskesmas Simpang Kiri, Kabupaten Aceh Tamiang, yang sempat berhenti beroperasi sejak bencana banjir melanda wilayah tersebut pada 27 November 2025 lalu.

Tim yang berjumlah 20 orang ini terdiri dari berbagai tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, hingga mahasiswa kedokteran dan keperawatan. Mereka datang membawa persediaan obat-obatan, bahan habis pakai, alat kesehatan, serta logistik pendukung lainnya melalui jalur darat dari Pekanbaru menuju Aceh Tamiang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Unri dengan Direktorat Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) melalui skema pengabdian masyarakat kebencanaan, dengan fokus penanganan di wilayah Aceh Tamiang.

Ketua Tim Kesehatan Tanggap Darurat Unri, dr Darmawi M Biomed PhD, mengatakan kehadiran perguruan tinggi dalam situasi bencana sangat penting untuk memulihkan layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Kegiatan ini menguatkan peran dan dampak perguruan tinggi terhadap masyarakat, terutama dalam membuka kembali akses layanan kesehatan pascabencana, ketika seluruh fasilitas terdampak dan tidak dapat beroperasi. Perguruan tinggi hadir membawa secercah harapan,” ujarnya.

Tim secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unri, Dr Mexsasai SH MH, didampingi Ketua LPPM Prof Dr Mubarok MSi, Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Tubagus Odih SpBA SubSp DA(K) MKM, serta Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Keperawatan Ns Sri Wahyuni MKep SpKepJ PhD.

Setibanya di Aceh Tamiang, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan sempat melakukan aktivitas pelayanan di RSUD Tamiang sebelum bergerak ke Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun.

Kepala Puskesmas Simpang Kiri, Ns Adi Hapni SKep, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Unri. Menurutnya, layanan puskesmas belum dapat berjalan karena obat-obatan dan perlengkapan medis sebelumnya rusak akibat terendam banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Unri yang telah membantu mengaktifkan kembali layanan puskesmas. Seluruh obat-obatan di puskesmas sebelumnya rusak akibat banjir,” ujarnya.(ali/c)

Redaksi

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

1 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

1 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

2 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

2 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

2 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

2 hari ago