Categories: Sumatera

Puluhan Bus Trans Padang Berhenti Operasi, DPRD Ingatkan Jangan Rugikan Warga

RIAUPOS.CO – Aksi mogok massal kembali dilakukan operator bus Trans Padang menjelang akhir tahun 2025. Puluhan armada terlihat terparkir di sekitar Kantor Balai Kota Padang, Rabu (31/12) pagi, sehingga mengganggu layanan transportasi publik.

Mogok massal tersebut dipicu sengketa nilai kontrak Biaya Operasional Kendaraan (BOK) antara operator bus dan Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) selaku pengelola. Kondisi ini diperparah dengan kendala teknis pencairan subsidi dari Pemerintah Kota Padang yang berdampak langsung pada arus keuangan operator.

Direktur Utama Koridor 6 Trans Padang, Hafridico Mudral, mengatakan nilai BOK yang ditawarkan saat ini dinilai belum mencukupi untuk menutup biaya operasional, termasuk cicilan armada yang sebagian besar masih dalam masa kredit serta biaya perawatan bus.

Selain itu, keterlambatan pencairan dana subsidi membuat operator kesulitan menjaga kelangsungan operasional armada. Hal tersebut mendorong operator mengambil langkah mogok sebagai bentuk protes dan upaya mencari kepastian.

Usai pertemuan antara operator, Perumda PSM, dan Dinas Perhubungan Kota Padang, Hafridico menyebut pihak PSM dan Kadishub berjanji akan meninjau ulang perhitungan BOK yang diajukan operator. Pemerintah berkomitmen mencari solusi agar operator tidak merugi tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Sebagai bentuk itikad baik, para operator sepakat kembali mengoperasikan armada Trans Padang sambil menunggu proses administrasi dan penyesuaian anggaran diselesaikan, demi kepentingan masyarakat pengguna transportasi publik.

“Kami berharap ke depan sistem pembayaran dan pencairan dana bisa tepat waktu setiap bulan, tanpa harus melalui aksi mogok. Biaya suku cadang dan kebutuhan teknis terus meningkat, sehingga kontrak BOK perlu mencerminkan kondisi riil operasional,” ujarnya.

Operator juga meminta adanya transparansi dan komunikasi yang lebih terbuka dengan Perumda PSM dan Dinas Perhubungan, terutama jika terjadi perubahan kebijakan atau kendala anggaran di tingkat pemerintah kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan para operator. Ia juga menyebut Wali Kota Padang berencana melakukan pertemuan langsung dengan operator bus Trans Padang.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menilai mogok massal tersebut berdampak serius terhadap pelayanan transportasi publik, terlebih di tengah momen libur akhir tahun. Menurutnya, kejadian ini merugikan masyarakat dan tidak boleh terus terulang.

Ia menegaskan, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui musyawarah dan mediasi, bukan dengan menghentikan layanan publik. DPRD bersama pemerintah daerah juga akan mengkaji kembali fokus usaha Perumda PSM agar lebih konsentrasi mengelola layanan strategis seperti Trans Padang.

Redaksi

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

10 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

13 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

15 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

3 hari ago