Categories: Olahraga

Ganda Tanpa Ranking Dunia Bisa Tembus Final

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow gagal menjadi juara di Mola TV PBSI Home Tournament. Mereka dikandaskan unggulan pertama Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dalam dua game langsung 9-21, 17-21 di lapangan pelatnas PP PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/7).

Walau kalah relatif mudah dalam tempo 37 menit, namun penampilan Akbar/Winny dalam ajang internal ini sangat luar biasa. Hanya berstatus sebagai unggulan kelima, mereka berhasil menembus final.

Akbar/Winny sukses menyapu bersih semua kemenangan sejak fase grup sampai semifinal. Bahkan, dalam laga Grup D, mereka mengalahkan ganda nomor delapan dunia dan unggulan kedua turnamen Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Padahal, Akbar/Winny yang baru dipasangkan lagi itu belum punya peringkat dunia. Jadi, di atas kertas, level mereka dengan Hafiz/Gloria memang jauh. Namun, Akbar/Winny tampil solid dan menang dalam straight game dengan skor 22-20, 21-16.

"Hasil ini di luar target sih," kata Akbar lantas tersenyum. "Target awalnya juara grup, lalu delapan besar, dan masuk semifinal udah senang. Jadi nggak nyangka bisa ke final," timpal Winny dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV.

Melawan Praveen/Melati, Akbar/Winny mengaku bahwa itu adalah pertandingan yang sulit. Apalagi, performa ganda nomor empat dunia itu sedang sangat baik. Indikasinya, mereka adalah juara All England 2020.

"Aku sih secara pribadi masih ragu-ragu buat mancing dan motong. Karena bola yang datang dari mereka itu susah. Nyerangnya mereka itu bagus banget. Susah sekali keluar dari tekanan," kata Winny mengomentari performa mereka di game pertama.

"Di game kedua nekat saja. Sebab ngambang dikit bolanya, sudah pasti hilang," kata Akbar mengomentari penampilan mereka yang membaik di game kedua.

Praveen mengatakan, mereka bisa menang mudah karena Akbar/Winny bermain ketat pada semifinal. Jadi, tenaga mereka sudah terkuras hebat.

Pada semifinal di pagi hari (3/7), Akbar/Winny mengalahkan unggulan ketiga Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dalam pertarungan keras sampai rubber game yang berakhir dengan skor 15-21, 21-18, 21-11.

Kemenangan ini menunjukkan Akbar/Winny memiliki kualitas yang baik. Sempat berpasangan sejak 2017 atau ketika Winny berusia 19 tahun, mereka lantas dipisah. Winny berpartner dengan Tontowi Ahmad pada awal 2019. Itu terjadi karena Tontowi baru saja kehilangan pasangannya, Liliyana Natsir yang pensiun.

Di sisi lain, Akbar terjun di ganda putra bersama Moh Reza Pahlevi Isfahani. Mulai tahun ini, mereka bergabung kembali dalam umur yang mulai matang. Winny berusia 21 tahun, sedangkan Akbar berumur 24 tahun. Dan ternyata, walau belum punya ranking dunia, perkembangan ini membuat permainan mereka bertumbuh.

Winny bermain lebih berani. Dia tidak takut beradu di area depan. Sementara itu, permainan Akbar lebih taktis, agresif, dan cepat. Akbar juga mampu mengcover area belakang lapangan dengan baik.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kementerian Agama Gandeng BPJS Lindungi Dai 3T di Riau

Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…

11 jam ago

Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…

11 jam ago

Pemuda Padel Hadirkan Lapangan Super Panoramik di Pekanbaru

Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…

11 jam ago

Imlek 2026, JNE Hadirkan Barongsai dan Banjir Promo hingga 77 Persen

JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…

11 jam ago

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026, Touring Seru Plus Edukasi Safety

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…

11 jam ago

Jantung hingga Kanker, Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50 Triliun

BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.

12 jam ago