Categories: Nasional

Verifikasi Kemenkes Lamban, Penyaluran Insentif Nakes Daerah Terhambat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan terkait lambannya proses verifikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menghambat pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) di daerah.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengungkapkan, hambatan pencairan insentif disebabkan data yang masuk untuk proses verifikasi di Kemenkes acapkali berbeda.

"Kalau data tidak cocok dibalikin lagi ke rumah sakit daerah. Itu yang terjadi dua bulan terakhir," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (3/7).

Persoalan insentif tersebut sempat menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut penyaluran anggaran kesehatan dalam penanganan Covid-19 baru 1,54 persen dari total anggaran yang disiapkan. Febrio menuturkan, percepatan realisasi telah dilakukan dengan mempercepat prosesnya, termasuk bagi santunan tenaga medis yang sudah meninggal.

"Ini masalah administrasi, bisa lah dikerjakan, dipercepat. Dan koordinasi lebih baik mudah-mudahan di pekan-pekan ke depan," ucap Febrio.

Sementara, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa mengklaim saat ini pemerintah sudah membereskan hambatan ini melalui beberapa skema. Pertama, memberlakukan skema pemberian uang muka lebih dulu dan sembari berjalan kelengkapan dokumen dipenuhi.

Kedua, memindahkan proses verifikasi jadi lebih terlokalisasi. Dari semula data harus dibawa ke pusat ke Kemenkes, menjadi cukup melalui Diskes Pemda setempat.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

8 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

8 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

8 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

9 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago