(RIAUPOS.CO) – Suatu hari Icha dan teman-temannya sebanyak enam orang pergi berwisata ke sebuah air terjun.Saking bahagianya, setiap beberapa titik mereka selalu mengambil gambar untuk diabadikan.
Sampai di sebuah jembatan yang terlihat astetik menurut mereka, mereka berhenti lagi untuk berfoto selfie. Setelah itu mereka terus berjalan menanjak. Alih-alih mendengarkan suara derasnya air terjun. Jalan yang mereka lewati justru menuju ke sebuah sungai.
Untung saja mereka bertemu dengan warga setempat dan memberitahu jika setelah jembatan seharusnya mereka ke kiri. Sepanjang perjalanan mereka menggerutu dan menyalahkan pengelola wisata yang tak memberikan petunjuk jalan.
Setelah kembali, mereka tidak jadi marah-marah. Pasalnya di dekat jembatan sudah tertulis arah menuju lokasi air terjun dan bisa dilihat oleh siapapun yang bisa membaca. ”Alamaak, kita berenam kok nggak ada satu pun yang melihatnya,” ujar Icha. “Hahaha, itulah kita kurang literasi,” pungkas temannya yang lain. (anf)
Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…