Categories: Nasional

Cina Tolak Bertemu DK PBB untuk Membahas tentang Hongkong

HONGKONG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina dengan tegas menolak pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB. Pertemuan tersebut dibuat untuk membahas Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hongkong

Seorang diplomat Amerika Serikat (AS) mengatakan pertemuan darurat tersebut merupakan permintaan Washington untuk mengatasi ketegangan dan gelombang demonstrasi.

Cina juga telah menolak untuk memberikan izin pertemuan virtual untuk dilanjutkan dengan tujuan membahas UU Keamanan Nasional. 

Prosedur di era pandemi corona membuat konferensi video Dewan Keamanan PBB harus disetujui oleh semua 15 anggota.

Mengutip AFP, Duta Besar Cina untuk PBB, Zhang Jun, dalam cuitan di akun Twitter pribadinya mengatakan jika permintaan AS tersebut sebagai hal yang "tidak mendasar".

"Undang-undang tentang keamanan nasional untuk Hongkong adalah murni urusan dalam negeri Cina. Itu tidak ada hubungannya dengan mandat Dewan Keamanan PBB," tulis Zhang.

AS mengutarakan keinginannya untuk diadakan pertemuan darurat oleh anggota Dewan Keamanan PBB lantaran "sangat prihatin" dengan langkah Beijing.

Aktivis Hongkong mengatakan bahwa undang-undang yang diusulkan secara efektif akan menghapus kebebasan dasar warga sejak negara tersebut dikembalikan oleh Inggris ke tangan Cina pada 1997 lalu.

"Ini secara mendasar akan melemahkan otonomi dan kebebasan tingkat tinggi Hongkong seperti yang terdapat dalam Deklarasi Bersama Cina-Inggris 1984 yang didaftarkan pada PBB sebagai perjanjian yang mengikat secara hukum," tulis misi DK PBB dalam pernyataan resminya.

Sementara itu pada Kamis (28/5) Parlemen Cina menyetujui rencana pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hongkong.

Dalam pemungutan suara resmi di Kongres Rakyat Nasional (NPC) Cina, para delegasi mendukung rencana undang-undang tersebut dengan jumlah hampir bulat.

Ketua Komite Tetap NPC, Li Zhanshu yang merancang UU keamanan nasional mengatakan langkah itu sejalan dengan kepentingan mendasar semua masyarakat Cina. 

Sumber: AFP/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

11 jam ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

11 jam ago

AI Makin Canggih, Jurnalis Diingatkan Jangan Sampai Kalah dan Kehilangan Fakta

AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…

12 jam ago

Operasional 15 SPPG di Riau Dihentikan, Ini Alasan BGN

BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…

12 jam ago

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

16 jam ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

17 jam ago