Penjabat Gubernur Riau SF Hariyanto berswafoto bersama para penerima SK PPPK di SMA Negeri 1 Siak, Rabu (26/6/2024). (Diskominfotik Riau untuk Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak. Ia datang untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Siak, Rabu (26/6).
Kehadiran Pj Gubri SF Hariyanto disambut antusias oleh ratusan tenaga pendidik. Pada momentum tersebut, sebanyak 204 SK PPPK diterima langsung oleh tenaga pendidik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang mengabdi di Siak. SK PPPK formasi guru yang diserahkan terdiri dari 122 guru SMA, 76 guru SMK, dan 4 guru SLB yang tersebar di 47 sekolah.
Dikatakan SF Hariyanto, adanya pengangkatan PPPK tersebut bertujuan untuk menambah tenaga pengajar di Riau. Oleh karena itu, atas nama pribadi dan Pemprov Riau dirinya menyampaikan selamat mengemban tugas kepada 204 ASN PPPK. “Selamat kepada 204 orang PPPK tenaga guru lingkungan Pemprov Riau di Kabupaten Siak. Alhamdulillah penantian bapak ibu semua menjadi kenyataan sebagai ASN PPPK,” katanya.
Dikatakan PJ Gubri, pembagian SK PPPK di Riau sempat mengalami kendala. Permasalahan ini muncul karena adanya hambatan di Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) di tingkat pusat. Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat proses tersebut sehingga, pembagian SK PPPK dapat dilaksanakan pada Juni 2024.
“Penyerahan SK PPPK yang sempat tertunda ini bukan disebabkan permasalahan di Riau. Tetapi ada temuan dari Badan Kepegawaian Negara untuk peserta yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan pelamar. Hal ini sebagaimana ditetapkan dalam keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Nomor 545 Tahun 2023 tentang Penetapan Kebutuhan ASN PPPK di Provinsi Riau,” jelasnya.
Pj Gubri berharap kepada seluruh ASN PPPK yang sudah mendapatkan SK untuk bekerja sebaik-baiknya, bisa menjaga nama baik, dan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Yang lolos ini saya kasih motivasi. Saya sama seperti adik-adik dulunya, honor juga. Karena kerja keras, jujur, dan bersungguh akhirnya siapa sangka bisa menjadi seperti sekarang. Inilah yang saya minta kepada adik-adik harus berani dan berinovasi,” pintanya.
Sementara itu, satu dari 204 PPPK Kabupaten Siak yang menerima SK yang diserahkan oleh Pj Gubri bernama Wanzul mengatakan, segala bentuk keterbatasan bukan halangan untuk berhasil. Dia sudah lima tahun mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar honorer di SLB. Setelah menerima SK, dia semakin yakin masa depannya akan lebih baik.
“Alhamdulillah. Saya senang, ternyata orang dengan keterbatasan seperti saya juga diperhatikan pemerintah. Saya merasa berguna atas kepercayaan ini, suatu hal yang sebelumnya tak pernah saya sangka-sangka,” katanya.(adv/sol)
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu
Empat tim juara Regional Riau memastikan tiket ke Piala Dunia Anak Indonesia 2026 tingkat nasional…
Pemkab Kepulauan Meranti membantah menerima Dana Reboisasi Rp23,15 miliar dan menegaskan hal itu tidak sesuai…
Dinas PUPR Kampar memperbaiki lebih dari 10 titik jalan di Bangkinang dan Bangkinang Kota demi…
Pemkab Siak membagikan 49.360 seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di 294…