who-minta-indonesia-belajar-dari-india
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Berdasar laporan per 14-20 Juni 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan adanya transmisi komunitas (CT) level 4 di Indonesiaa. Artinya, ada risiko infeksi Covid-19 yang sangat tinggi.
Berdasar panduan sementara WHO, CT level 4 berarti ada risiko infeksi Covid-19 yang sangat tinggi di publik dan sebagian besar kasus merupakan transmisi lokal yang terdeteksi dalam 14 hari terakhir. Sementara, CT level 3 berarti ada risiko tinggi Covid-19 pada populasi umum dan bahwa sejumlah besar didapat secara lokal yang terdeteksi dalam 14 hari terakhir.
Selain itu, WHO juga melihat ada peningkatan konfirmasi varian Delta yang harus menjadi perhatian pemerintah. Sementara, kapasitas sistem kesehatan di beberapa provinsi tingkat huniannya sudah lebih dari 90 persen. Oleh karenanya, Indonesia diminta segera melakukan tindakan terkait potensi lonjakan kasus ini terutama di provinsi yang disorot. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, dan Banten.
WHO pun menyarankan agar Indonesia bisa belajar dari India yang pernah mengalami kondisi serupa pada Februari lalu. Indonesia diminta untuk perkuat testing untuk mencegah penularan dan percepat vaksinasi, terutama bagi usia lanjut dan mereka yang memiliki komorbid.
Dikonfirmasi atas hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pihaknya sudah memverifikasi informasi tersebut. Menurutnya, pihak WHO menekankan tidak pernah membuat klasifikasi negara dengan predikat A1 dan kode lainnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Kejati Riau telah menggeledah 11 lokasi terkait dugaan korupsi jasa kapal di Dumai dan menyita…
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…