Categories: Nasional

Lestarikan Budaya Melalui Produk Ramah Lingkungan

(RIAUPOS.CO) – ADA banyak cara yang dilakukan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi-potensi alam yang ada. Seperti yang dilakukan oleh Masyarakat Sungai Apit, Kabupaten Siak yang menjadikan pandan sebagai kreasi yang aman bagi lingkungan.

Owner Suwai.co Cerli mengatakan, pihaknya membuat menjadikan potensi yang ada di Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak untuk mengenalkan budaya daerah melalui kerajinan anyaman yang terbuat dari pandan, seperti tas, tikar, alas piring, tempat buah, tempat kue, dan lain-lain.

Diceritakan Cerli, mulanya kantor tempat ia bekerja memberikan pelatihan penganyaman kriya di Kabupaten Siak, salah satunya untuk ibu-ibu di Tanjung Kuras.

"Kami juga memesan hampers anyaman untuk lebaran, saya lihat ada ibu-ibu yang anyamannya bagus, cuma terkendala dengan masalah pemasaran," katanya, Sabtu (25/12).

Ia mengungkapkan, sebelumnya para penganyam tersebut hanya membuat tikar dan menjualnya ke tengkulak. Padahal dengan potensi yang dimiliki, Cerli menilai ibu-ibu tersebut bisa membuat kerajinan yang bervariasi.

Dengan menggunakan brand Suwai.co yang berdiri sejak Juni 2021, ia mengajak ibu-ibu dan para wanita di Sungai Apit untuk meningkatkan variasi kerajinan dari pandan tersebut, sehingga dapat meningkatkan sisi perekonomian mereka sendiri. "Ini bahan utamanya pandan yang memang tumbuh di sini. Suwai ingin memanfaatkan potensi daerah yang ada," jelasnya.

Selain itu, ia juga ingin mengenalkan budaya dari Kabupaten Siak, dengan memberikan sentuhan anyaman khas, yaitu anyaman kuku belalang. "Di pinggir tas itu kita buat khasnya dari Tanjung Kuras atau Siak, namanya anyaman kuku belalang," papar Cerli.

Dalam pewarnaan, Cerli mengungkapkan, selain melestarikan budaya anyaman pandan juga lebih ramah lingkungan. Anyaman pandan ini juga menggunakan bahan perwarna ramah lingkungan.

Terkait harga, Cerli mengatakan harga yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp350 ribu. Tentang kualitas, pihaknya juga memberikan standar khusus untuk menentukan anyaman yang layak untuk dijual sehingga akan memuaskan konsumen. "Kita ada SOP khusus, contohnya anyaman harus rapat agar kualitas yang dihadirkan juga baik," tukasnya.

Dikatakan Cerli, Suwai.co juga menjual kerajinan asal Sungai Apit ini di salah satu gerai oleh-oleh di Pekanbaru yaitu Viera Oleh-Oleh. Selain itu, masyarakat juga dapat memesan secaran online di akun Instagram Suwai.co, atau melalui Tokopedia Gerai Kabupaten Lestari.

Cerli berharap, Suwai.co bisa semakin mengenalkan budaya dari Siak, dan dapat terus menggali potensi-potensi yang ada di Riau.

"Semoga ke depannya kita tak hanya fokus ke anyaman pandan, tapi juga ke lidi sawit, rotan, dan lain-lain," pungkasnya.(anf)

 

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

22 jam ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

22 jam ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

23 jam ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

23 jam ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

2 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

2 hari ago