Categories: Nasional

Panik, Warga India Serbu Swalayan dan Apotek

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) – Pada hari pertama status lockdown, yakni Rabu (25/3/2020), masyarakat India memadati toko-toko swalayan dan apotek. Sebelumnya, khusus di kota-kota besar seperti ibu kota New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru, masyarakat langsung bergegas membeli sejumlah kebutuhan harian dalam jumlah banyak tidak lama Modi mengumumkan kebijakan lockdown.

Perdana Menteri India, Nahrendra Modi, mengumumkan status lockdown selama 21 hari pada Selasa (24/3) dan berlaku mulai Rabu (25/3). Kebijakan itu diputuskan untuk mencegah meluasnya wabah virus corona jenis baru atau Covid-19.

Modi dan para pakar kesehatan memperingatkan bahwa sekitar 1,3 miliar orang di negara itu bisa saja terinfeksi virus corona jika langkah karantina wilayah tidak segera diambil. Hingga Rabu (25/3), di India sudah terdapat 562 kasus positif Covif-19 dengan 10 kasus kematian.

Dengan kebijakan penutupan perbatasan, antrean truk pengangkut susu, buah-buahan, dan sayuran mengular di jalan tol. Modi sendiri menyebut bahwa pelayanan vital di seluruh wilayah India masih akan berjalan normal.

Sementara itu, beberapa warga mengaku masih bingung terkait adanya lockdown. Terutama para pemilik toko kelontong, makanan, dan lainnya.

“Sebetulnya tidak ada arahan yang jelas, polisi bilang kami harus menutup toko,” kata Ram Agarwal, pemilik toko makanan kering di New Delhi.

Layanan belanja lewat online juga mengalami kekacauan. Misalnya, perusahaan dagang elektronik Flipkart telah menangguhkan pelayanan, layanan pesan antar kebutuhan sehari-hari milik Amazon India juga tidak lagi tersedia di beberapa kota.

Anthony Thomas, pegawai di toko online layanan pesan antar produk susu yang biasanya mendistribusikan 150 liter susu serta kebutuhan pokok setiap pagi ke seluruh wilayah New Delhi, meminta kepada atasannya untuk bekerja dari rumah. 

“Belum ada informasi mengenai pasokan untuk besok,” kata Thomas.

Menurut Modi, pemberlakuan karantina wilayah di seluruh India bertujuan untuk menahan penyebaran virus corona agar tidak sampai ke kota-kota kecil. Gelombang pertama infeksi corona muncul di New Delhi, Mumbai, dan kota-kota besar lainnya.

“Setiap distrik, setiap jalanan, setiap desa, semua akan ditutup,” kata Modi. 

Modi juga menyatakan bahwa siapa pun tidak akan diizinkan keluar rumah dalam waktu tiga pekan mendatang.

Sumber: Antara/JawaPos.com
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kejati Riau Bongkar Dugaan Korupsi Dumai, 11 Lokasi Sudah Digeledah

Kejati Riau telah menggeledah 11 lokasi terkait dugaan korupsi jasa kapal di Dumai dan menyita…

4 jam ago

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

2 hari ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

2 hari ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

2 hari ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

2 hari ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

2 hari ago