Categories: Nasional

Wartawan Diintimidasi Saat Liput Demo DPR

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Nibras Nada Nailufar, seorang wartawan media mainstream nasional dikabarkan mendapat intimidasi dari aparat kepolisian saat melakukan peliputan unjuk rasa disekitaran gedung DPR/MPR RI Senayan Jakarta, Selasa (24/9). Video intimidasi terhadap dirinya pun viral di media sosial.

Nibras membenarkan kejadian intimidasi oleh aparat kepolisian tersebut. Dia menceritakan peristiwa bermula sekitar pukul 17.30, saat itu dia hendak kembali ke kantornya di wilayah Palmerah, Jakarta Barat dari JCC Senayan. Tepat di bawah flyover Ladokgi, suasana memanas. Polisi di atas flyover sudah siap menembakkan gas air mata ke arah massa.

Dirinya sempat berteriak menyatakan sebagai seorang wartawan supaya tidak mendapat serangan. Polisi pun akhirnya mengarahkan dia masuk ke JCC. Karena di Jalan Gerbang Pemuda sudah penuh gas air mata. Makin lama, sekitar pukul 19.00, Nibras melihat polisi dan tentara kewalahan menghadapi massa. Karena mereka juga terkena gas air mata yang balik tertiup angin.

Kemudian, Nibras mengaku melihat ada 3 orang pria yang diamanakn polisi ke JCC. Pertama, seorang pria berusia sekitar 30 tahun mengenakan kaos dan celana panjang. Tubuhnya sudah lunglai dan dipapah oleh polisi. “Saya merekam itu dari balik dinding kaca JCC. Tiba-tiba ada seorang pejabat polisi yang meminta saya berhenti merekam,” kata Nibras.

Dalam video yang viral, pejabat polisi yang mengintimidasi Nibras berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Nibras sempat menyatakan dirinya wartawan sehingga berhak melakukan peliputan. Namun, polisi tersebut tak peduli, dan terus meminta Nibras berhenti merekam.

Tak lama dari itu, ada 1 orang lainnya yang diamankan. Dia mengenakan baju basah dan dipapah polisi. Selanjutnya, di belakangnya ada belasan anggota polisi memukuli seorang pria yang tidak mengenakan pakaian. Karena spontan, Nibras kemudian meneriaki para aparat tersebut untuk berhenti melakukan kekerasan. Para polisi ini kemudian sadar, aksinya tengah direkam oleh awak media.

“Salah seorang komandannya meminta saya untuk menghapus. HP saya dicoba rampas, namun saya segera memasukannya ke balik pakaian dalam,” ucap Nibras.

Salah satu komandan polisi ini kemudian membawa Nibras ke area dalam JCC. Dia sempat meminta agar video yang direkam tersebut dihapus. Dia meminta Nibras agar memahami kondisi panas yang tengah terjadi. Namun, Nibras tetap mempertahankan video yang direkamnya. Dia pun meminta izin ke kamar mandi. Di situ dia mengirim video hasil rekamannya ke redaksi. Setelah itu, dia akhirnya dibolehkan keluar JCC oleh polisi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi akan menindak anggotanya yang diduga berusaha menghalangi kerja wartawan. Saat pihaknya akan berkoordinasi dengan Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menelusiri anggota polisi yang mengintimidasi tersebut. “Kita koordinasi dengan Propam. (Identitas masih dicari) baru mau koordinasi,” kata Argo.

Argo memastikan, anggota polisi tidak diperkenankan mengintimidasi wartawan yang sedang melakukan peliputan. “Silahkan saja mengambil gambar pada setiap kegiatan di tempat publik,” jelasnya.
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

13 jam ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

13 jam ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

13 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

1 hari ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

2 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

2 hari ago