Categories: Nasional

Sudah Tiga Kali Lebaran, Pelaku Penyiram ke Novel Masih Misteri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa kerja tim pencari fakta kasus penyerangan Novel Baswedan bentukan Mabes Polri berakhir bulan ini. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda tim akan mengumumkan pelaku teror tersebut.

’’Kalau dihitung, sisa waktu praktis hanya beberapa hari lagi. Dan, kami sangat menyesalkan hingga hari ini (kemarin, red) tidak ada kemajuan yang signifikan mengenai siapa yang menyerang Novel,’’ kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid kemarin (23/6). ’’Ini sudah tiga kali Lebaran kita belum menemukan semacam kemajuan,’’ imbuhnya.

Usman lantas membandingkan kerja tim pencari fakta Mabes Polri dengan tim pencari fakta independen kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir beberapa tahun lalu. Usman juga masuk tim tersebut.
’’Sekadar contoh, dalam tiga bulan pertama itu sudah ada tersangka yang bisa ditetapkan kepolisian,’’ ungkap Usman. Ketika kerja tim pencari fakta kepolisian tidak sesuai harapan publik, kata dia, semestinya ada perombakan besar. Apalagi, Komnas HAM sebelumnya telah menyimpulkan adanya penyalahgunaan proses di dalam tim kepolisian. ’’Harus ada perombakan tim penyidikan karena tidak ada kemajuan-kemajuan berarti,’’ papar mantan koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu.

Alghiffari Aqsa, anggota tim advokasi Novel, menambahkan bahwa sejatinya tim pencari fakta sudah menyampaikan poin penting terkait dugaan pelaku penyerangan Novel. Yakni, berkaitan dengan oknum kepolisian. Poin itu seharusnya disampaikan secara terang kepada publik. ’’Tapi, entah kenapa itu ditutupi dan selama ini tidak terungkap,’’ tegasnya.

Sebelumnya (Kamis, 20/6), tim pencari fakta dari kepolisian memeriksa Novel di gedung KPK. Dalam pemeriksaan itu, tim yang terdiri atas penyidik dan penyelidik Mabes Polri serta beberapa tokoh sipil tersebut menggali keterangan Novel terkait dugaan keterlibatan oknum Polri dalam kasus penyerangan air keras 11 April 2017 silam.(tyo/c10/fal)


Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Jembatan Bailey di Jalan Nelayan Pekanbaru Selesai Dipasang, Kini Bisa Dilintasi Warga

Jembatan bailey sepanjang 24 meter di Jalan Nelayan Pekanbaru selesai dipasang BWS Sumatera III dan…

10 jam ago

Abdul Wahid Tetap Bantah Dakwaan KPK, Pengacara Minta Dibebaskan dari Seluruh Tuntutan

Jelang vonis kasus dugaan korupsi, Abdul Wahid tetap menyatakan tak bersalah. Pengacaranya meminta hakim menolak…

10 jam ago

Kabar Baik PPPK Paruh Waktu Meranti, Gaji ke-13 dan THR Mulai Dianggarkan

Pemkab Kepulauan Meranti mengalokasikan anggaran gaji ke-13 dan THR bagi PPPK Paruh Waktu dalam RAPBD…

14 jam ago

Semarak Hari Jadi Riau, 2.200 Pohon Bakal Ditanam di Kawasan Stadion Utama

Pemprov Riau menyiapkan senam bersama dan penanaman 2.200 pohon di Stadion Utama Riau untuk memeriahkan…

14 jam ago

Pensiunan PNS di Kampar Ditangkap atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pensiunan PNS berinisial AL di Bangkinang ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah…

14 jam ago

Pemkab Inhil Mulai Verifikasi Data Pedagang Pasar Yos Sudarso Jelang Relokasi

Pemkab Inhil mulai memverifikasi data pedagang Pasar Yos Sudarso sebagai tahapan awal relokasi untuk mewujudkan…

14 jam ago