Categories: Nasional

Syafii Maarif Menyebut Perbudakan Spiritual, Apa Maksudnya?

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sebutan gelar habib kembali diungkit dan menjadi pembicaraan utama akhir-akhir ini. Bahkan, kata habib atau yang dikenal masyarakat sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW seringkali masuk dalam deretan trending topic di Twitter belakangan ini. Pembahasan itu terjadi usai Habib Rizieq kembali ke tanah air.

Fenomena itu menjadi booming sebab beberapa tokoh yang menyebut dirinya keturunan Rasulullah memang memiliki banyak sekali pengikut. Hal tersebut rupanya juga menjadi perhatian Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma'arif.

Perihal habib yang memiliki banyak pengikut, ulama 85 tahun itu mengingatkan agar masyarakat tak terjebak dalam sifat berlebih-lebihan. Sebab, terlalu mengagung-agungkan sang habib, kata Buya Syafii, tak ubahnya suatu perbudakan spiritual yang tentu disebabkan oleh fanatisme berlebihan.

“Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual. Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini. Ahmad Syafii Maarif,” ujar Buya Syafií itu dalam akun twitternya @SerambiBuya pada Sabtu (21/11/2020).

Kritik seputar tokoh dengan gelar habib juga menjadi sorotan da’i kondang lainnya. Seperti Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, yang baru-baru ini menyebut bahwa seorang habib sudah selayaknya menjadi panutan pengikutnya dalam bersikap.

Gus Miftah menyebut, para habaib (bentuk jamak habib) tak boleh direndahkan sebab di dalam dirinya mengalir darah Nabi Muhammad SAW. Namun, dia juga mengaskan bahwa seorang habaib juga tak pantas melakukan hal serupa, menghina orang lain.

“Gus boleh gak kita menghina habaib? tidak boleh! kenapa? karena dalam tubuh habaib ada darahnya Nabi. Lalu bolehkah habaib menghina orang lain? tidak boleh, masa di dalam tubuhnya ada darah nabi kok menghina orang lain? kan gak pantes. Terus siapa orang yang boleh kita hinakan? tidak ada satu pun orang yang boleh kita hinakan,” ujar Gus Miftah saat live di akun instagtram pribadinya beberapa waktu lalu.

Sumber: Antara/News/JPNN
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

6 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

6 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

7 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

7 jam ago

Buntut Video Viral Diduga LGBT, Satpol PP Pekanbaru Panggil Pengelola Kafe Laksamana Muda

Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengelola Kafe Laksamana Muda dan orang-orang dalam video viral yang…

7 jam ago

Tampil di Forum CAFEO ke-44 Bandung, Plt Gubri SF Hariyanto Raih Pengakuan ASEAN Engineer

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai Gubernur pertama di Indonesia yang meraih pengakuan…

7 jam ago