Foto Bersama Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam EFfendi SH SIK MSI (tengah), JPU Kejaksaan Tinggi rIAU, Hakim Pengadilan Tinggi, Ahli Pidana lingkungan Hidup dan Korporasi dari USU, Kementrian lingkungan Hidup, KLH Provinsi Riau, Balai KLH divisi Sumatera, Balai Tanaman Holtikultura Provinsi Riau serta penyidik sejajaran Polda Riau usai rapat koordinasi CJS di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (22/10/2019). (DOFI ISKANDAR/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, menginisiasi koordinasi criminal justice system (CJS) atau sistem peradilan pidana (SPP) yang terintegrasi secara modern dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini dilakukan agar kepastian hukum dan keadilan dapat diterima seluruh pihak yang terkait dalam kasus karhutla.
Koordinasi CJS terintegrasi digelar di hotel Pengeran Pekanbaru, Selasa (22/10/2019), dihadiri langsung Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi SH SIK MSI, JPU Kejaksaan Tinggi, hakim pengadilan tinggi, ahli pidana lingkungan hidup dan korporasi dari USU, Kementrian Lingkungan Hidup, KLH Provinsi Riau, Balai KLH Divisi Sumatera, Balai Tanaman Holtikultura Provinsi Riau serta penyidik sejajaran Polda Riau.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Dir Reskrimsus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi mengatakan, kegiatan Ini adalah untuk menyatukan persepsi dalam proses penanganan tindak pidana karhutla, sehingga berjalan secara profesional dan proporsional.
Laporan: Dofi Iskandar
Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…
PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…
Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…
Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…
Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…