Categories: Nasional

Massa Menolak Amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) —  India bergolak. Puluhan ribu penduduk turun ke jalan di berbagai negara bagian. Mereka menolak amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan (CAA) yang disahkan pekan lalu. Polisi menangani aksi massa dengan kekerasan, gas air mata, jam malam, dan mematikan jaringan internet. Meski begitu, kian hari jumlah penduduk yang turun ke jalan justru kian banyak.

Enam orang sudah kehilangan nyawa sejak aksi yang berlangsung hampir sepekan ini. Ratusan lainnya ditahan. Meski situasi kian panas, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi enggan mengubah kebijakannya. Dia ingin CAA tetap diterapkan.

"Jelas CAA tidak akan berdampak pada penduduk, baik itu muslim, Hindu, Kristiani, atau yang lain," ujarnya saat berkampanye di Jharkhand seperti dikutip Agence France-Presse. Dia menuding partai Kongres sudah menyebarkan isu yang tidak benar sehingga memicu kekacauan dan ketakutan.

Dalam undang-undang yang lama, India tidak akan menerima pengungsi ilegal untuk menjadi warga negara. Kini di CAA penduduk nonmuslim dari Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh cukup tinggal dan bekerja di India selama 6 tahun sebelum mengajukan diri menjadi warga negara. Padahal, sebelumnya imigran yang mengajukan warga negara butuh waktu 11 tahun.

Kemarin (17/12) demonstran membakar bus dan pos polisi dalam aksi di New Delhi. Massa juga melemparkan batu di jalanan Distrik Seelampur. Puluhan ribu orang juga turun ke jalan Bengal Barat, Kolkata, serta Tamil Nadu.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Bobol Toko HP di Pekanbaru, Terduga Pencuri 25 iPhone Ditangkap

Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…

18 jam ago

Empat Lagu Tradisional Rohul Resmi Kantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual

Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.

19 jam ago

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…

19 jam ago

Bahas Persiapan MTQ Riau, Bupati Kuansing Temui Sekdaprov

Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…

19 jam ago

Kajati Riau Lantik Fredy Feronico Jadi Kajari Rohul

Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.

20 jam ago

Minyakita Mahal di Pekanbaru, Bapanas Minta Produsen Transparan soal Distribusi

Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…

20 jam ago