Categories: Ekonomi Bisnis

PLN Dapat Sindikasi dari 7 Lembaga Keuangan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berhasil mendapatkan dana pinjaman sebesar Rp 7,91 triliun dari Lembaga Keuangan Bank Nasional. Pinjaman ini digunakan untuk membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), bagian dari 35.000 Megawatt (MW)

Kepercayaan ini membuktikan peran PLN begitu besar untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mewakili perseroan meneken perjanjian pembiayaan investasi dengan jaminan pemerintah.

Total plafon sebesar Rp 7,91 triliun dalam jangka waktu sepuluh tahun. Pinjaman menggunakan dua skema, yaitu skema konvensional sebesar Rp 5,07 triliun dan skema syariah sebesar Rp 2,84 triliun.

"Kami ucapkan banyak terima kasih untuk seluruh pihak perbankan yang terlibat dalam sindikasi hari ini dalam menyediakan pendanaan investasi bagi PLN," kata Sarwono melalui keterangan tertulis, Rabu (18/12).

Lebih lanjut dia mengatakan, dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil. Sehingga dapat meningkatkan rasio elektrifikasi dan menyejahterakan masyarakat.

"Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dengan lebih baik," imbuhnya.

Adapun pembiayaan dengan skema syariah diperoleh dari sindikasi PT Bank Syariah Mandiri yang bertindak selaku agen sindikasi, PT BNI Syariah, PT BRI Syariah, dan PT Bank Permata-Unit Usaha Syariah. Sementara pinjaman dengan skema konvensional diperoleh dari sindikasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak selaku agen sindikasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Jaminan pemerintah dalam perjanjian pembiayaan investasi dapat menurunkan risiko di pihak perbankan. Sarwono menambahkan, pendanaan dari skema konvensional akan digunakan untuk mendanai satu proyek PLTU dan sepuluh proyek PLTMG.

Di antaranya adalah PLTU Sulawesi Selatan–Barru (100 MW), PLTMG Kupang Peaker (40 MW), PLTMG Nias (25 MW), serta PLTMG Luwuk (40 MW). Lalu ada PLTMG Nunukan (10 MW), PLTMG Waingapu (10 MW), PLTMG Alor (10 MW), PLTMG Namlea (10 MW), PLTMG Dobo (10 MW), PLTMG Saumlaki (10 MW), dan PLTMG Serui (10 MW).

Sedangkan pendanaan dari skema syariah akan digunakan untuk mendanai pembangunan satu proyek PLTU dan tiga proyek PLTMG. Di antaranya adalah PLTU Lombok FTP 2 (100 MW), PLTMG Sumbagut 2 Peaker (250 MW), PLTMG Bangkanai 2 (140 MW), dan PLTMG Lombok Peaker (130-150 MW).

"Proyek pembangunan PLTU dan PLTMG ini merupakan rangkaian pendukung pembangunan program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago