Categories: Pekanbaru

Minyakita Mahal di Pekanbaru, Bapanas Minta Produsen Transparan soal Distribusi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional, Indra Wijayanto langsung mengumpulkan seluruh produsen Minyakita yang memiliki pabrik di Riau usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional Kota Pekanbaru, Senin (11/5). Dalam sidak tersebut, Bapanas menemukan harga Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter.

Padahal, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita di Pekanbaru berada di kisaran Rp15.700 per liter.

Pertemuan itu dihadiri sejumlah perwakilan perusahaan produsen Minyakita, di antaranya PT Intibenua Perkasatama dari Musim Mas Group, Sumber Tani Agung Resources, Sari Dumai Sejati, Kreasijaya Adhikarya, Intan Sejati Andalan, hingga Pelita Agung Industri.

Selain produsen, beberapa peserta juga mengikuti rapat melalui zoom meeting, termasuk distributor seperti ID Food.

Dalam rapat tersebut, Indra menyampaikan bahwa pasokan Minyakita di Pekanbaru sebenarnya masih cukup tersedia. Namun, pihaknya menemukan adanya penjualan Minyakita di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, hasil pemantauan di Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa menunjukkan hanya ada dua merek Minyakita yang banyak beredar di pasaran, yakni produk dari Permata Hijau Sawit asal Sumatera Utara dan Pelita Agung Industri yang distribusinya dilakukan melalui alokasi 35 persen oleh Perum Bulog.

“Kami tadi sudah keliling ke dua pasar. Kalau sampai 10 pasar pun saya yakin yang ditemukan tetap barang Pelita Agung Agro Industri yang didistribusikan lewat Bulog. Pertanyaannya, untuk pelaku usaha lain, 65 persen distribusi itu ke mana? Barangnya ada di mana dan kenapa tidak ada di pasar?” tanya Indra.

Berdasarkan data Simirah, di Riau terdapat 13 pabrik yang memproduksi Minyakita. Karena itu, Indra menegaskan pentingnya tanggung jawab moral dari setiap produsen agar pasokan Minyakita tetap tersedia di pasar rakyat, khususnya di Pekanbaru dan wilayah Riau lainnya.

Ia juga meminta produsen mengalokasikan sebagian distribusi Minyakita untuk pasar-pasar pantauan pemerintah agar harga tetap terkendali dan bisa berada di bawah HET.

“Kami tidak meminta banyak. Misalnya produksi 1.000 ton, sebanyak 35 persen sudah untuk Bulog sesuai Permendag Nomor 34 Tahun 2025. Sisanya 65 persen, kami hanya meminta sebagian kecil dialokasikan untuk pasar rakyat di Riau,” jelasnya.

Indra menambahkan, berdasarkan data Simirah, ada produsen yang mengalokasikan pasokan hingga 1.000 ton kepada distributor. Menurutnya, jika sebagian kecil dari alokasi tersebut disalurkan ke pasar rakyat, maka ketersediaan Minyakita di Riau akan lebih terjamin.

“Kami hanya minta sekitar 20 ton untuk tiap pasar rakyat di Riau. Jumlah itu kecil, tetapi sangat membantu menjaga kecukupan pasokan Minyakita di pasaran,” ujarnya.(ayi/end/yls)

Redaksi

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago