Categories: Nasional

Peserta Berserdik Banyak yang Lulus, Honorer Negeri Tersingkir

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kalangan honorer menyoroti hasil seleksi PPPK guru tahap II. Mereka sudah memprediksi bahwa guru swasta dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG) akan mendominasi kelulusan.

"Terbukti, kan, yang banyak lulus guru swasta dan lulusan PPG," kata Ketua Umum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI), Heti Kustrianingsih kepada JPNN.com, Jumat (17/12).

"Mereka sudah menang start, kok. Afirmasi kompetensi teknis 500 poin, begitu loh, angka yang luar biasa," lanjutnya.

Heti merupakan guru honorer asal Kota Cilegon yang harus gagal untuk kedua kalinya dalam seleksi PPPK Guru.

Meskipun lulus passing grade, tetapi Heti tidak mendapatkan formasi. Dia tersingkir oleh guru-guru bersertifikasi pendidik (berserdik). "Makanya saya enggak mau lihat hasil seleksinya, ya, karena itu. Sudah ketahuan dari awal akan kalah telak," ujarnya.

Fakta banyak guru berserdik lulus PPPK tahap 2 juga diungkapkan Ketua Solidaritas Nasional Wiyatabakti Indonesia (SNWI) Sumatera Selatan, Susi Maryani. Dari hasil laporan kawan-kawannya, ada banyak guru honorer negeri tersingkir karena kalah ranking.

Susi menilai memang sulit mendapatkan nilai kompetensi teknis 500 poin. Sementara, guru swasta dan PPG sudah mengantonginya ketika terdaftar sebagai peserta seleksi PPPK. "Saya sedih melihat kawan-kawan guru honorer negeri yang gagal lagi untuk kedua kalinya," ucap Susi.

Keterangan juga disampaikan oleh Ketua DPP Forum Honorer Non-kategori Dua Indonesia Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (FHNK2I PGHRI) Jawa Timur, Nurul Hamidah.

Dia menceritakan bagaimana tangisan honorer negeri menggema. Mereka menangis, sakit hati, dan kecewa karena merasa regulasi telah mempermainkan nasib mereka. Nurul mengatakan para guru honorer yang sudah mengabdi sekian tahun harus tersingkir dari sekolahnya karena masuknya guru luar. "Apakah Mas Nadiem (Mendikbudristek Nadiem Makarim) mendengar jeritan pada guru honorer negeri ini," serunya.

Dia pun mempertanyakan kenapa pemerintah hanya memperhitungkan serdik, sedangkan masa kerja tidak diperhitungkan. Sementara, data menunjukkan mayoritas guru honorer negeri tidak memiliki sertifikat pendidik.

"Siapa sih, yang enggak mau punya serdik. Kami semua mau karena dengan serdik itu ada pendapatan tambahan," ujarnya.

Namun, Nurul menyebut guru honorer negeri dibenturkan dengan regulasi yang menghambat mereka mendapatkan Serdik.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

1 hari ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

1 hari ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

1 hari ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

1 hari ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

2 hari ago

PCX Ngasab Seru di Pekanbaru, Bikers Diajak Jajal Fitur Canggih Honda PCX 160 Roadsync

Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…

2 hari ago