Categories: Nasional

Dewan Dukung Sekolah Tatap Muka

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru Aidil Amri menyatakan mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai memberikan izin untuk belajar dengan tatap muka.

Meski saat ini baru untuk SMP, namun diharapkan tetap menerapkan SOP dengan standar protokol kesehatan (prokes) yang berlaku. Karena meski jumlah kasus landai, namun bukan berarti teror Covid-19 berakhir.

"Kami mendukung kebijakan ini, sekolah tatap muka jauh lebih baik dari pada sistem daring," kata Aidil kepada wartawan Senin (16/11/2020). 

Disampaikan Aidil, belajar dengan menggunakan jaringan internet banyak mendapat keluhan dari walimurid. Dan yang jelas menjadi tambahan biaya.

Setelah hampir delapan bulan proses belajar mengajar menggunakan sistem daring, dengan sekolah tatap muka yang sudah dibuka ini, disarankan Aidil, pemko harus mengawasi betul prosesnya dilapangan sesuai SOP yang berlaku. 

Disebutkannya juga, apa yang sudah menjadi ketentuan yang sudah ditegaskan pemko diminta untuk dapat dilaksanakan, seperti surat izin dari orang tua.

"Penerapan prokes, seperti menggunakan masker, berjarak, lalu tempat cuci tangan harus diutamakan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Aidil juga menyarankan jam belajar harus juga dipertimbangkan. Artinya tidak terlalu lama di sekolah.

"Harus saling mengingatkan agar tidak menjadi klaster baru setelah sekolah tatap muka dibuka," sambungnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memutuskan memulai sekolah tatap muka karena melihat eskalasi kasus positif Covid-19 yang melandai di Pekanbaru. Namun, sekolah tatap muka yang dilakukan terbatas dan tidak seperti biasanya.

Sekolah tatap muka pada tahap awal ini hanya ditujukan bagi sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Pekanbaru. SMP yang memulai sekolah tatap muka ini pun harus melalui proses survei kelayakan, untuk dapat melaksanakan sekolah tatap muka oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

Untuk tahap awal, Pemko Pekanbaru hanya menerapkan sekolah tatap muka separuh dari total 45 SMP negeri yang ada di Pekanbaru, atau sekitar 23 SMP negeri.

"Kami uji coba separuh dulu. Artinya tidak seluruh SMP negeri yang buka. Kami utamakan bagi SMP negeri yang berada di daerah pinggiran," terang Pj Sekdako M Jamil.

 

Laporan: Agustiar (Pekanbaru)
Editor: Afiat Ananda

 

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

Share
Published by

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

6 jam ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

6 jam ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

6 jam ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

7 jam ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

24 jam ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

1 hari ago