Polusi udara di Ibu Kota India, New Delhi. (DOK HISDUSTANTIMES)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pihak berwenang di ibu kota India, New Delhi berencana membatasi banyaknya kendaraan pribadi di jalan umum di kota tersebut. Rencana itu tak lain untuk mengurangi polusi udara di salah satu kota terpadat di dunia itu.
Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari Carscoops, Jumat (15/11), langkah pembatasan kendaraan yang digunakan adalah dengan metode ganjil-genap. Ini mirip aturan di Jakarta, yang diterapkan di beberapa ruas jalan pada jam-jam tertentu.
Otoritas terkait memperbolehkan pelat nomor ganjil digunakan pada tanggal ganjil dalam sepekan. Sementara kendaraan dengan pelat nomor genap hanya bisa mengemudi pada tanggal genap juga dalam sepekan.
NBC News melaporkan, aturan ini akan diterapkan setelah New Delhi memulai langkah pengendalian darurat. Kegiatan belajar mengajar juga sempat terhenti akibat polusi udara mencapai level tertinggi tiga tahun.
Arvind Kejriwal, Chief Minister India meminta penduduk di New Delhi menaati aturan ini. Pembatasan yang rencananya berlangsung selama dua pekan itu bakal mengurangi 1,2 juta kendaraan perhari.
Namun tampaknya tidak semua warga yakin cara ini akan berhasil mengurangi polusi. "Saya tidak berpikir skema ganjil-genap ini berhasil. Pembakaran jerami di negara bagian Punjab dan Haryana berkontribusi terhadap polusi ini, industri juga," kata Ajay Jasra, salah seorang warga Delhi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, pada 2018 India memiliki 10 kota paling tercemar di dunia. Solusi inovatif telah dicoba oleh pihak berwenang untuk menangani masalah ini.
Misalnya, tahun lalu, petugas pemadam kebakaran diperintahkan untuk memercikkan air dari gedung-gedung tinggi untuk mengendapkan debu di udara. Namun, tak berhasil.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…