Categories: Nasional

Buah Langka Lepiu Banyak Diburu Warga

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Namanya Lepiu. Buah ini asli dari Kalimantan Utara (Kaltara). Uniknya, lepiu ini musiman yang hanya berbuah sekitar 5 tahun sekali. Karenanya lepiu menjadi buah langka yang sangat jarang ditemui di pasaran.

Entah dari mana asal-usul nama buah ini diberikan. Tetapi orang tua zaman dulu pernah bercerita bahwa buah ini dinamakan lepiu karena bentuknya yang lonjong dan pipih menyerupai bentuk hati. Oleh Sebab itulah dinamakan lepiu.

Salah satu penjual buah lepiu, Ujang Bain (60), mengatakan, lepiu memang tergolong buah langka. Pohonnya merambat seperti rotan. Tanaman ini biasanya tumbuh subur di pedalaman hutan hulu. Buah lepiu ini menggantung di pohon yang tinggi dan akan jatuh dengan sendirinya. Jika sudah jatuh, buah bisa dipungut. Dalam sehari warga terkadang hanya mendapat buah tersebut sekitar 4-5 kg saja.

"Sebenarnya pohon lepiu ini sangat banyak, tetapi jarang yang berbuah. Makanya tidak heran harga lepiu ini jika dijual harganya bisa mencapai Rp200 ribu per kg bahkan lebih," kata Ujang Bain sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Jumat (13/9).

Menurutnya, di Kabupaten Tana Tidung (KTT) ini yang paling banyak buah lepiu itu berada di Kecamatan Sesayap Hilir, tepatnya di Desa Menjelutung. Karena memang sejak dulu hanya di desa tersebut yang banyak buah lepiu.

"Kalau di Desa Menjelutung banyak buah lepiu. Kalau di KTT jarang makanya harganya mahal karena buah ini kaya pemilihan presiden, yang berbuah hanya 5 tahun sekali. Apa lagi ini musim buah lepiu tapi harganya mahal, kadang ada yang jual 1 mok dengan harga Rp50 ribu dan per kilonya beragam ada yang Rp200 ribu bahkan bisa lebih," ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Kehutanan Sugeng Haryono mengatakan, lepiu adalah buah yang berharga cukup mahal. Sebab, buah ini hanya dapat ditemukan di pohon-pohon tinggi yang berada dalam hutan. Buah ini tidak dibudidayakan. Bentuknya seperti jengkol dengan kulit berwarna hitam.

"Biasanya buah ini menempel pada pohon besar dan ketika masak biji-bijinya itulah yang berjatuhan ke tanah. Biji-biji inilah yang disebut buah lepiu. Harganya mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram," kata Sugeng Haryono.

Menurutnya, untuk mengonsumsi buah ini adalah dengan cara direbus lalu kulitnya dilepas dan langsung dimakan. Lepiu sanagat enak dimakan apalagi dengan madu dan bisa dimakan biasa saja.

"Rasa dari buah lepiu ini sama seperti rasa jengkol atau ubi atau pun biji cempedak. Biasanya buh lepiu direbus untuk dikonsumsi. Warna buahnya kuning pudar. Apalagi dagingnya yang sedikit berminyak ketika direbus. Rasanya lebih seperti ubi manis," ujarnya.

Buah lepiu mempunyai banyak fungsi dan manfaat. Biasanya diolah sebagai sayuran atau digoreng untuk lauk dan cemilan yang lezat dan sehat bagi anak.

"Buah lepiu adalah salah satu sumber karbohidrat yang 3 kali jauh lebih banyak dari biji gandum. Protein yang dikandung buah lepiu melebihi setengah dari kandungan protein pada biji gandum, memberikan energy yakni 165 kk/100 gram," jelas Sugeng.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

2 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

2 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

3 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

3 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

3 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

3 hari ago