Categories: Nasional

Tiga KRI Usir 30 Kapal Cina dari ZEE

NATUNA (RIAUPOS.CO) — Sempat hilang dari pantauan pesawat intai maritim TNI-AL dan TNI-AU, Sabtu lalu (11/1) kapal ikan Cina kembali terdeteksi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna Utara. Untung, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I segera bergerak. Menggunakan tiga kapal perang, mereka mengusir kapal-kapal tersebut.

Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono memastikan, kapal ikan asing (KIA) dan coast guard (kapal pengawal ikan) Tiongkok sudah keluar dari ZEE Laut Natuna Utara. Informasi itu ditegaskan kemarin (12/1). Yudo menyebutkan, informasi keluarnya kapal-kapal Cina itu merupakan hasil pantauan di Laut Natuna Utara pada pukul 14.00. Total ada sekitar 30 kapal Cina yang meninggalkan perairan Natuna Utara.

Baik kapal nelayan maupun kapal pengawal KIA tersebut. "Tapi, besok (hari ini, red) akan saya cek lagi," ujarnya di kompleks Lanud Raden Sadjad Ranai, Natuna.

Sebelumnya, TNI melakukan pemantauan udara di kawasan perairan Natuna Utara. Dalam pemantauan tersebut, TNI membawa misi mengusir kapal-kapal Cina itu dari ZEE yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan (LCS). Pemantauan menggunakan pesawat intai maritim jenis Boeing 737 AI-7301 milik TNI-AU yang berasal dari Skuadron 5 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Dari pantauan itu, tiga KRI diperintah menuju titik koordinat puluhan kapal Tiongkok tersebut untuk mengusir mereka. Di antaranya, KRI Karel Satsuit Tubun 356, KRI Usman Harun 359, dan KRI John Lie 358. Upaya itu membuahkan hasil kemarin. Sebanyak 30 kapal Cina dipastikan telah keluar dari ZEE.

Yudo menyatakan, informasi keluarnya kapal asing dari ZEE dipastikan akurat. Sebab, informasi itu didukung pengecekan langsung di lapangan. Meski dipastikan telah keluar dari ZEE, pihaknya akan terus memperbarui perkembangan di Natuna Utara. "Saya akan cek kembali, baik dengan Boeing maupun KRI kita di sana," tegasnya.

Ditemui terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Natuna Ngesti Yuni Suprapti meminta kekosongan di ZEE itu diisi nelayan-nelayan Natuna. Sejauh ini, kata dia, hanya sedikit nelayan asli Natuna yang menangkap ikan di kawasan khusus tersebut.

"Kalau dilihat dari jumlah, nelayan Natuna yang sering melaut di ZEE itu bisa dihitung dengan jari," paparnya saat ditemui kemarin.

Namun, Ngesti mengakui nelayan lokal Natuna saat ini terkendala sarana tangkap ikan. Mereka tidak bisa bersaing dengan nelayan dari daerah lain. "Negara harus hadir di situ agar ikan-ikan kita tidak dicuri nelayan asing," ungkapnya.

Ngesti menegaskan, pihaknya tetap menolak rencana pemerintah mengirim nelayan-nelayan dari pantura ke perairan Natuna. Sebab, rencana itu dikhawatirkan menambah masalah baru. Terutama bagi nelayan-nelayan lokal yang melaut di Natuna.

"Sikap aliansi nelayan Natuna adalah menolak wacana pemerintah untuk memobilisasi nelayan pantura ke Laut Natuna Utara," tegasnya.

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Konflik Lahan Memanas, Puluhan Warga Tuntut Kades Belantaraya Mundur

Puluhan warga kepung Kantor Desa Belantaraya, tuntut kades mundur dan penyelesaian sengketa lahan yang memanas.

14 jam ago

PLN Gandeng Kejagung, Pengamanan Proyek Strategis di Riau dan Jambi Diperkuat

PLN UIP Sumbagteng gandeng Kejagung perkuat pengamanan proyek listrik di Riau dan Jambi guna pastikan…

15 jam ago

Test Drive Suzuki Fronx Bisa Bawa Pulang Mobil hingga iPhone!

Suzuki Trada gelar test drive Fronx berhadiah mobil, motor, hingga iPhone 17 Pro. Program berlangsung…

15 jam ago

Penertiban Tak Efektif, PKL Tetap Jualan di Lokasi Lama

PKL di Pekanbaru kerap kembali berjualan meski ditertibkan. DPRD menilai pengawasan belum konsisten dan perlu…

16 jam ago

Siap Kerja! 402 Siswa SMKN Pertanian Terpadu Jalani Ujian Sertifikasi

Sebanyak 402 siswa SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru ikuti USM LSP-P1 dan UKK Mandiri sebagai bekal…

16 jam ago

Diduga ODGJ, Wanita Tanpa Identitas Dievakuasi ke Panti Rehabilitasi

Wanita tanpa identitas diduga ODGJ diamankan di Rohul. Sempat agresif, kini dibawa ke panti rehabilitasi…

16 jam ago