Categories: Nasional

Padat Karya Mangrove KLHK di Bengkalis Libatkan Empat Kelompok Tani

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan program padat karya mangrove di berbagai daerah se Indonesia. Di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, empat kelompok tani dilibatkan dalam kegiatan ini dengan sistem pemberdayaan masyarakat.

''Ada empat kelompok pelaksana program padat karya mangrove di Bengkalis, yaitu Kelompok Tani Maju Bersama, Kelompok Tani Mangrove Kampung Nelayan, Kelompok Tani Bangun Bersama, dan Kelompok Tani Paluh Bakau. Keseluruhan kegiatan dengan total luas 53 Ha,'' ungkap Kepala BPDASHL Indragiri Rokan KLHK, Ir Tri Esti Indrarwati MSi, Kamis (12/11/2020) dalam siaran pers yang diterima Riaupos.co.

Total orang petani yang terserap bekerja dalam pembuatan Padat Karya Mangrove di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, yaitu sebanyak 3.366 Hari Orang Kerja (HOK) dengan jumlah anggota 109 orang dan 6 orang pengawas. 

Rinciannya Kelompok Tani Maju Bersama, 156 HOK dengan jumlah anggota 15 orang dan 1 orang pengawas; Kelompok Tani Mangrove Kampung Nelayan, 1.560 HOK dengan jumlah anggota 48 orang dan 3 orang pengawas; Kelompok Tani Bangun Bersama, 610 HOK dengan jumlah anggota 26 orang dan 1 orang pengawas; Kelompok Tani Paluh Bakau, 1.040 HOK dengan jumlah anggota 20 orang dan 1 orang pengawas.

''Jenis bibit Padat Karya Mangrove di lokasi ini yaitu propagul atau benih sebanyak 199.000 batang, dan bibit bakau sebanyak 60.000 batang,'' kata Esti.

Rinciannya, untuk kelompok Tani Maju Bersama, Propagul/Benih Bakau sebanyak 9.000 Batang; Kelompok Tani Mangrove Kampung Nelayan, Propagul/Benih Bakau, sebanyak 90.000 Batang; Kelompok Tani Bangun Bersama, Propagul/Benih Bakau, sebanyak 40.000 Batang dan Bibit Bakau sebanyak 60.000 Batang; serta Kelompok Tani Paluh Bakau, Propagul/Benih Bakau sebanyak 60.000 Batang.

''Jumlah ini merupakan bagian dari program padat karya mangrove KLHK di Provinsi Riau, dengan luas mencapai 692 ribu ha. Lokasi kegiatan tersebar di 5 Kabupaten, yakni Kabupaten Rokan Hilir (25 ha), Siak (8 ha), Kabupaten Bengkalis (319 ha),  Kepulauan Meranti (55 ha), dan Inhil (285 ha),'' jelas Esti.

Dalam rangka program PEN, KLHK telah memperluas cakupan kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove (PKM) seluas 15.000 ha di 34 provinsi. PKM merupakan kegiatan yang benar-benar berorientasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH). 

Penanaman mangrove tahun 2020 ini dilaksanakan oleh 863 kelompok masyarakat (Pokmas), dan melibatkan lebih dari 30 ribu orang dalam 50 hari kerja, atau bila dihitungkan dengan jumlah hari orang kerja (HOK) akan mencapai lebih dari 1,5 juta HOK.

Melalui kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem mangrove dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional, melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat sekitar ekosistem mangrove.

Editor: Hary B Koriun

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago