presiden-jokowi-lantik-laksdya-aan-kurnia-jadi-kepala-bakamla
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo resmi melantik Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksmana Madya Aan Kurnia, Rabu (12/2).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Pelantikan Aan sesuai dengan Keputusan Presiden No 17/TPA/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan pimpinan tinggi utama di lingkungan Bakamla.
"Mengangkat saudara Laksdya Aan Kurnia sebagai kepala Badan Keamanan Laut terhitung sejak saat pelantikan dan kepadanya diberikan tunjangan jabatan struktural eselon 1A sesuai aturan perundang-undangan. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan," demikian bunyi Keputusan Presiden dibacakan oleh pejabat Istana.
Aan lalu mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Kepala Negara. Aan pun mengikuti pembacaan sumpah yang dipandu Jokowi.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia dan taat kepada UUD negara RI tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Aan menirukan ucapan Presiden Jokowi.
Laksdya Aan juga berjanji menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab.
"Bahwa saya akan menjaga integritas tidak menyalahkan kewenangan serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela," kata Aan.
Dalam acara ini hadir beberapa pejabat negara di antaranya Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR Arsul Sani, Menko Polhukam Mahfud MD dan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono. (tan/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…
PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…
Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…
Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…
Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…