Categories: Nasional

Puncak Upacara Hole, Melepas Perahu Persembahan ke Laut

Melarung perahu ke laut, adalah ritual puncak upacara Hole di Sabu Raijua. Di beberapa kampung adat, punya cara yang berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama.

Oleh Hary B Koriun

Masih menurut cerita Nando, pada suatu hari maka Kika Ga tertangkap basah oleh para penjaga rumah adat yang berubah wujud menjadi tikus, sedang mengambil tanah di bawa kolong rumah adat Mone Weo. Oleh sebab itu tikus penjaga rumah adat mulai mencari akal agar Kika Ga yang berubah wujud menjadi burung tersebut bisa tertangkap. Maka tikus penjaga rumah adat berkoordinasi dengan Mone Weo dan dengan keyakinan atas kesaktian Mone Weo, maka tikus penjaga rumah adat menyuruh Mone Weo untuk memanggil hujan pada malam hari. Karena malam begitu dingin maka tikus penjaga rumah adat pergi untuk mengelabui Kika Ga dengan berlindung di celah sayap burung  dengan alasan kedinginan.

Pada saat tikus penjaga rumah adat tersebut berlindung di celah sayap Kika Ga yang berwujud burung, Kika Ga tak bisa pergi. Akhirnya sebagai penguasa di Pulau Djawawa , Mone Meo marah serta menangkap Kika Ga. Dia kemudian menanyakan alasan Kika Ga mengambil secara diam-diam tanah di bawa kolong rumah adat Mone Weo dan Banni Baku.

Saat ditangkap dan diadili oleh Mone Weo dan Banni Baku, dengan jujur Kika Ga menjelaskan maksud dan tujuannya mengambil tanah dari Pulau Djawawa atau Pulau Raijua yaitu untuk memperluas daerah kekuasaan Pulau Sabu. Mendengar penjelasan tersebut maka Mone Weo dan Banni Baku  mengijinkan Kika Ga untuk mengambil tanah dari bawah kolong rumah tersebut dengan suatu persyaratan bahwa setiap akhir tahun sesuai perhitungan kelender adat masyarakat adat Sabu Raijua, Kika Ga dan keturunannya kelak harus mempersembahkan dan membayar upeti atau dalam bahasa Sabu disebut ihi rai kepada Mone Weo dan Banni Baku.

“Itulah sebabnya, dalam proses ritual adat Hole  ada pelepasan Kowa/Perahu Hole yang berisi hasil-hasil panen masyarakat baik berupa tanaman maupun hewan yang dilaksanakan di Pantai Uba Ae, Desa Rame Due, Kecamatan Hawu Mehara.  Kowa Hole tersebut akan dilepas ke tengah lautan dan akhirnya akan menuju ke Pulau Djawawa/Raijua,” ujar Nando.

Adapun tahapan-tahapan  ritual adat upacara Hole yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Sabu Raijua di Desa Rame Due, Kecamatan Hawu Mehara memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut.

Yang pertama adalah Upacara Liba Doka,  artinya menghamburkan aroma harum pada ladang, kebun dan seluruh tanah di daratan Pulau Sabu, sehingga tanaman pangan, hewan, dan pohon-pohon yang hidup dapat memberikan hasil yang berbau harum. Dalam kegiatan ini semua masyarakat adat membuat ketupat  yang akan diisi dengan biji jagung, biji kacang hijau dan gumpalan nasi. ketupat-ketupat tersebut akan di letakkan pada setiap penjuru tanah daratan Pulau Sabu yaitu di lembah, bukit, hutan, lereng, pantai, kebun, sawah, dan ladang  pertanian milik masyarakat adat Sabu Raijua. Kegiatan upacara adat ini diawali oleh pejabat adat Mone Ama menaruh ketupat adat di dalam kebun adat dan di seluruh tanah daratan Pulau Sabu.

Yang kedua, kata Nando, adalah Upacara Bui Ihi. Yakni  membersihkan diri,  menghitung jumlah anggota keluarganya masing-masing, baik laki-laki, perempuan, termasuk bayi yang lahir pada tahun tersebut maupun anggota keluarga yang sudah meninggal.  Dan  yang melaksanakan perhitungan ini adalah masing-masing kepala keluarga,  setiap keluarga di dalam rumah tangga membuat ketuapat adat yang disebut  kede dunu yang artinya  tritunggal. Ketupat tritunggal tersebut diisi dengan biji jangung, kacang hijau, dan gumpalan nasi. Semua  biji-biji pangan  harus sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang hidup dan yang sudah meninggal dan jumlahnya sama di masing-masing ikatan ketupat tritunggal.

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago