Categories: Nasional

Tepis Tudingan Miring Omnibus Law RUU Ciptaker

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menyatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin akan melakukan perampingan regulasi dengan cepat untuk menarik investasi dan bisnis. Karena itu, kata Donny, sekarang ini diinisiasi lahirnya omnibus law Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (RUU Ciptaker).

Menurut Donny, ada 15 ribu regulasi di daerah dan delapan ribu di pusat yang tumpang tindih. “Akibatnya, orang mau berinvestasi dan berbisnis menjadi sulit” kata Donny dalam diskusi 100 Hari Kabinet Jokowi – Ma’ruf, di Jakarta, Sabtu (8/2).

Menurut dia, omnibus RUU Ciptaker itu dihadirkan supaya ada penyederhanaan perizinan, investasi mudah masuk, terciptanya lapangan kerja, dan pengangguran yang sudah turun tujuh juta bisa lebih menurun lagi jumlahnya.

Donny membantah anggapan yang menyebut demi investasi, segala batasan yang melindungi lingkungan maupun masyarakat adat akan dihilangkan. “Tidak. Jadi, amdal (analisis masalah dampak lingkungan) tetap ada,” ujar anak buah Moeldoko di KSP itu.

Menurur Donny, semua batasan syarat untuk sebuah investasi dilakukan, tetapi perizinan dipermudah. Misalnya, dari lima menjadi satu meja. Pengawasan pun juga lebih ditingkatkan. “Artinya, izin dipermudah tetapi begitu melanggar akan segera ditindak,” ungkapnya.

Donny menegaskan, berbagai tudingan miring soal omnibus law RUU Ciptaker berpihak kepada pengusaha kurang tepat. “Karena seluruh jaminan perlindungan lingkungan, buruh, tetap ada dan tidak hilang,” katanya.

Dengan RUU itu, yang ingin dicapai adalah Indonesia keluar dari middle income trap. Sebab, Indonesia diproyeksi menjadi negara adidaya pada 2045. “Nah, itu akan dilakukan dengan langkah tadi yakni penyederhanaan regulasi, pembangunan SDM, nilai tambah ekspor dan sebagainya. Itu cara yang akan dilakukan dengan cepat oleh Jokowi,” ujar dia.

Menurut Donny, sekarang ini product domestic bruto Rp 4,6 juta per kapita per bulan. Proyeksinya, kata dia, pada 2024 naik menjadi Rp7 juta per kapita per bulan. “Dengan semua langkah, maka di 2045 kalau semua lancar dan berkesinambungan proyeksinya Rp27 juta per kapita per bulan,” kata dia. Hal itu bisa dicapai bila semua stakeholder seperti masyarakat sipil, partai politik, lembaga saling bahu membahu.(boy/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Langgar Aturan Keimigrasian, Seorang Perempuan WN Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru menindak tegas WN Malaysia berinisial MMM dengan sanksi deportasi…

15 jam ago

Titik Api Baru Muncul di Batang Gansal, Tim Gabungan Berpacu Padamkan Karhutla Inhu

Titik Karhutla baru melanda 20 hektare lahan di Batang Gansal, Inhu. Upaya pemadaman tim gabungan…

15 jam ago

Galodo Terjang Solok: Kantor Bupati Hingga Jalur Utama Solok-Padang Lumpuh Total

Banjir bandang (galodo) menerjang Kabupaten Solok pada Senin malam. Akses jalan utama Solok-Padang lumpuh total…

15 jam ago

Tujuh Pejabat Utama dan Kapolsek di Polres Kuansing Resmi Berganti

Tujuh posisi strategis di Polres Kuansing resmi berganti melalui sertijab yang dipimpin Kapolres AKBP Hidayat…

16 jam ago

Sertijab di Polres Rohul: Kasat Lantas dan Dua Kapolsek Resmi Berganti

Tiga posisi strategis di Polres Rohul resmi berganti. Kasatlantas serta Kapolsek Kunto Darussalam dan Rambah…

18 jam ago

Ukir Prestasi di Malang, MAN 1 Pekanbaru Rebut Medali Perak OSN 2026

Siswa MAN 1 Pekanbaru berhasil memboyong medali perak bidang Informatika dan predikat Best Business Case…

19 jam ago