Categories: Nasional

Produksi Sofa Mini dari Limbah Plastik

(RIAUPOS.CO) – KEINGINAN untuk memperbaiki alam menjadi salah satu faktor sejumlah masyarakat mencoba berkreasi dengan limbah sampah yang ada di lingkungan sekitarnya. Tak terkecuali  sampah plastik. Sampah jenis ini yang menumpuk di tempat pembuangan sampah tentunya membuat polusi udara. Dan, saat bahan kimianya meresap ke tanah dan berinteraksi dengan air, kualitas air akan ikut tercemar.

Akibat sampah plasti, tanah akan terkontaminasi bahan kimia sehingga air tanah juga rentan mengandung racun berbahaya. Apalagi kantong plastik dan jenis plastik lainnya sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian dengan sempurna.

Pemanfaatan sejumlah limbah plastik inilah yang coba dibuat oleh para mahasiswa dari Universitas Lancang Kuning, Riau. Menurut Dosen Pembimbing Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning Prama Widayat, Jumat (7/5) kegiatan pemanfaatan limbah sampah plastik menjadi bahan yang berguna ini adalah salah satu langkah untuk memperbaiki ekosistem dan lingkungan sekitarnya yang kerap dikotori oleh ribuan sampah plastik, sekaligus dalam rangka mata kuliah Kewirausahaan.

Dimana terdapat dua kelompok mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Lancang Kuning yang mencoba memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrik yaitu menjadi sofa mini dan paving blok. Mahasiswa ini melaksanakan praktek di Bank Sampah Pandau Jaya (PJ), dimana bank sampah ini dibentuk oleh Prama Widayat di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

Kelompok mahasiswa pertama ini terdiri dari Melliza Febriani, Hardiana Oktaviani, Wella Selvia, Kintan Sakura, Lisma Indrianti dan Intan Bodtaryani. Kelompok ini membuat sofa mini dari sampah plastik, sampah plastik ini terdiri dri kantong kresek dan berbagai bungkus makanan. “Adapun proses pembuatan ini membutuhkan waktu selama 1 minggu,“ ucapnya.

Produk dari kreatifitas mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan juga edukasi kepada masyarakat.  

“Untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik dan memanfaatkan sampah plastik menjadi produk ekonomis,”tutupnya.(ali)

 

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Harga BBM Non-Subsidi Riau Alami Kenaikan per 1 September 2026

Harga bbm subsidi dan nonsubsidi, harga bbm pertamina terbaru per 1 september 2026 di riau…

4 jam ago

Pemkab Kuansing Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Koto Baru dan PT RAPP

Dipimpin Plt Bupati Kuansing H Muklisin. Pemkab Kuansing memfasilitasi pertemuan masyarakat Koto Baru dan PT…

5 jam ago

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota. Koperasi karyawan rapp berusia 31…

5 jam ago

Kepala Desa Mengkapan Kecamatan Sungai Apit Apresiasi PBPH-HTI Bantu Pemadaman Karhutla di Luar Konsesi

Sejumlah perusahaan HTI di Riau membantu pemadaman karhutla di luar konsesi. Kades mengapresiasi aksi gotong…

6 jam ago

764 Penerima PKH di Meranti Terdeteksi Terafiliasi Judol, Data Mulai Diverifikasi

Sebanyak 764 KPM PKH di Meranti terdeteksi terkait aktivitas judol. Dinsos kini memverifikasi data sebelum…

7 jam ago

Kakak Beradik Tenggelam di Sungai Kuantan, Jasad Keduanya Ditemukan Terpisah

Dua kakak beradik di Inhu tewas tenggelam saat mandi di Sungai Kuantan. Keduanya ditemukan terpisah…

7 jam ago