Categories: Nasional

Pembangunan Gedung Diagnostic Center RSUD Lambat

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Pembangunan gedung diagnostic center RSUD Kota Dumai disangsikan selesai tepat waktu. Pasalnya, proyek dana alokasi khusus (DAK) yang menelan anggaran Rp18 miliar tersebut  masih dalam tahap pengerjaan. Padahal waktu pengerjaan hanya sampai akhir tahun ini.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya. Menurut data dari lpse.dumaikota.go.id, proyek sudah tanda tangan kontrak sejak 24 Juli 2019 dengan waktu pelaksanaan 150 hari. Artinya proyek harus diselesaikan pada 24 Desember 2019 mendatang.

Pembangunan gedung ini memang menjadi perhatian. Bahkan Wali Kota Dumai Zulkifli As sudah dua kali meninjau langsung proyek tersebut. Wako juga sudah  mengingatkan agar pihak rekanan segera menyelesaikan proyek itu.

Selain itu yang juga mendapatkan sorotan adalah pihak kontraktor pembangunan proyek kurang mengindahkan keselamatan para pekerjanya. Pantauan Riau Pos, Jumat (6/12), terlihat pekerja yang sedang mengerjakan bagian atas gedung tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). Baik itu helm, safety harness (tali pengaman), body harness (baju pengaman), masker, sarung tangan, sepatu safety dan beberapa APD lainnya.

Wali Kota Dumai Zulkifli As saat kunjungannya sempat menegur pekerja untuk menggunakan APD. Hal itu mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Dikonfirmasi, Jumat (6/12), Kasubag TU RSUD Dumai Yusrizal mengatakan, pihaknya sudah menegur pekerja yang tidak menggunakan APD. Saat ditanyakan masih ada beberapa pekerja yang tidak menggunakan APD, ia mengatakan akan kembali menegur.

"Sudah berulang kali. Nanti akan kami tegur lagi," tuturnya.

Sedangkan terkait pekerjaan pembangunan gedung yang di­­­perkirakan tidak selesai tepat waktu, ia mengatakan masih ada waktu beberapa pekan lagi.

"Ini kami maksimalkan. Kami sudah minta kontraktor agar mengerjakan te­­­pat waktu. Bahkan agar lembur untuk menyelesaikan proyek ter­sebut," tuturnya.

Ia mengaku tetap optimis pekerjaan bisa selesai tepat waktu, walaupun pada ke­­­nyataannya pekerjaan diperkirakan baru mencapai 60 persen. "Kami optimis bisa selesai sampai batas waktu yang ada," tutupnya.(hsb)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

7 jam ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

7 jam ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

8 jam ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

8 jam ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

1 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

1 hari ago