Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara (berjaket kulit hitam) saat tiba di KPK. Foto/rmol.id
JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) sudah tiba di gedung Merah Putih KPK, Senin (7/10).
Tak sedikit kata pun keluar dari mulutnya saat dicecar pertanyaan oleh awak media. Dia hanya mengangkat tangannya seperti memohon maaf enggan berkomentar ihwal penangkapannya itu.
KPK juga telah mengamankan uang sebanyak Rp600 juta dari serangkaian operasi senyap kali ini. Diduga, uang haram itu akan digunakan untuk suap proyek di Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.
“Total uang yang diamankan sekitar Rp 600 juta. Diduga terkait dengan proyek di Pemkab Lampung Utara,” kata Jurubicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (7/10).
Febri menambahkan, hingga saat ini sudah ada sedikitnya tujuh orang yang telah diamankan tim Satgas KPK dari operasi senyap yang dilakukan Ahad (6/10) semalam.
Inilah Kekayaan Nyoman Dhamantra, Anggota DPR Dari PDIP Yang Ditangkap KPK
“Sampai pagi ini, total yang diamankan tim KPK berjumlah 7 orang. Ada tambahan pejabat Pemkab setingkat kepala seksi dan swasta,” kata Febri.
Adapun hingga saat ini, pihak-pihak yang diamankan oleh tim KPK di Lampung Utara itu sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Selanjutnya, mereka yang diringkus itu akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses lebih lanjut.
Editor: Deslina
Sumber: rmol.id
Setahun Agung–Markarius memimpin, Pekanbaru benahi infrastruktur, lingkungan, pendidikan hingga lunasi utang Rp470 miliar.
Pemprov Riau buka posko pengaduan THR. Perusahaan wajib bayar paling lambat 8 Maret 2026.
memohon penjelasan: apakah diperbolehkan menjalani suntik vaksin meningitis pada siang hari dalam keadaan berpuasa?
Warga Kampung Dalam Siak keluhkan suara bising penangkaran walet. Lurah telusuri izin dan siap gandeng…
Arus balik Imlek 2577 di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis padat. Dishub siagakan empat kapal dan satu…
Satpol PP Pelalawan tegur keras sejumlah kafe di Pangkalankerinci yang masih beroperasi saat Ramadan.