Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw saat melihat dan mendengarkan keluhan pengungsi yang rumahnya dijarah di Gereja GKI Laharoy, Hom-hom, Wamena, Ahad(6/10). (Denny/Cepos/JPG)
PAPUA(RIAUPOS.CO) – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan, kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang terjadi pada 23 September lalu merupakan kejadian incidental yang dibuat oleh kelompok. Sehingga, dia menyimpulakan penyebab kerusuhan tersebut tidak ada hubungannya dengan ras, suku, maupun agama (SARA).
“Tidak persoalan itu. Itu saja yang saya ingatkan,†tegas Irjen Paulus Waterpauw seperti dikutip Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Senin (7/10).
Paulus Waterpauw mengatakan situasi Papua hingga saat ini aman dan terkendali. Dirinya berpikir upaya membangun komunikasi yang cepat antara semua pihak jauh lebih baik. “Gubernur Papua juga sudah mengundang kami. Beliau menyampaikan beberapa masukan terkait langkah-langkah dan upaya yang sedang kami lakukan bersama. Ada beberapa saran dan solusi akan kami lakukan,†jelasnya.
Ia menambahkan, gubernur mempunya keinginan cepat untuk merecovery tempat tinggl dan tempat usaha warga yang ada di Wamena. Kemungkinan besar sebelum dibuat secara permanen akan dibuat secara sederhana atau darurat dengan membangun dari kayu seperti di Tolikara.
“Saya pikir itu sangat baik dan kami mendukung. Sehingga ada percepatan kembali saudara-saudara kita yang mungkin sudah turun ke Jayapura, Timika dan mengungsi ke wilayah lain untuk bisa segera kembali ke Wamena,†harapnya.
Polda Papua terus melakukan upaya-upaya langkah dengan melapisi kekuatan yang ada di beberapa daerah di Papua. Dimana kekuatan tersebut tak lain untuk menjaga dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Kekuatan personel kami tempatkan di Wamena, Jayapura, Sentani dan beberapa daerah lainnya yang sementara ini dianggap dalam tanda petik sebagai daerah yang sangat rentan terhadap gangguan,†jelasnya.
Untuk Wamena, Polda Papua akan mengirimkan satu kompi pasukan BKO Brimob. Hal ini untuk memperkuat keamanan pasca kerusuhan di wilayah tersebut. Pengiriman pasukan ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di sekitar Wamena.
Dimana satu kompi pasukan Brimob atau setara 100 personel ini akan bergabung dengan dua kompi Brimob yang telah berada di wilayah Wamena. Total 451 personel telah mengamankan wilayah Wamena pasca kerusuhan 23 September.
Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…
Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…