Categories: Nasional

Waspadai Penyebaran Virus Ebola ke Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) mewaspadai adanya penyebaran virus Ebola (EVD) yang masuk ke Indonesia melalui bandara-bandara yang berada di bawah pengawasan AP II. Bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), AP II melakukan langkah pencegahan masuknya wabah EVD.

Perlu diketahui, Ebola adalah salah satu penyakit infeksi virus yang cukup mematikan. Umumnya, pengidap penyakit ini kerap mengalami demam, diare, bahkan tidak jarang penderitanya juga mengalami pendarahan. Penyakit ini banyak mewabah di negara-negara di benua Afrika.

SVP of Corporate Secretary AP II Achmad Rifai mengatakan, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama ke Indonesia. Oleh sebab itu, perannya cukup vital dalam menghalau masuknya virus tersebut ke dalam negeri.

“Angkasa Pura II dan KKP yang berada di bawah Kementerian Kesehatan bekerja sama dalam menghalau virus Ebola sejak di bandara. Kami berharap bandara dapat berperan maksimal dalam upaya pencegahan ini,” ujar Ahmad Rifai dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (7/8).

Diketahui pada Rabu (17/7), World Health Organization (WHO) telah menyatakan wabah Ebola di Kongo harus menjadi perhatian dunia internasional. Pada Jumat (19/7), WHO menerbitkan rekomendasi pencegahan penyebaran virus tersebut.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang juga merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, seluruh penumpang dan kru pesawat dari luar negeri harus melalui pemeriksaan sejak mereka tiba di terminal kedatangan internasional.

Kepala KKP Kelas I Bandara Soetta, Anas Ma’ruf mengatakan, pemeriksaan salah satunya dilakukan dengan alat thermal scanner di terminal kedatangan. Apabila terdeteksi mengidap Ebola, maka akan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Seluruh penumpang rute internasional dan kru pesawat akan dideteksi menggunakan thermal scanner sebelum masuk ke Indonesia. Apabila terdeteksi adanya penderita, yang salah satu indikasinya adalah demam, maka langsung diarahkan ke klinik,” jelasnya.

Di samping screening melalui thermal scanner, Anas menyatakan akan melakukan surveillance syndrome guna mendeteksi ada tidaknya penumpang pesawat yang menderita Ebola. Selanjutnya, KKP juga mewajibkan setiap pesawat yang tiba dari luar negeri untuk menyerahkan dokumen General Declaration. Di antaranya, menjelaskan jumlah penumpang, ada atau tidaknya penumpang sakit, dan sebagainya.

“Kami juga sudah mengirim surat edaran kepada stakeholder termasuk airlines agar meningkatkan kewaspadaan. Seluruh klinik yang ada di Soekarno-Hatta, baik itu milik Angkasa Pura II dan airlines sudah diinformasikan bahwa mereka harus segera memberi notifikasi apabila ada terduga penderita Ebola,” tukasnya.

Selain Bandara Soetta, upaya pencegahan serupa juga dilakukan di bandara-bandara AP II lainnya yang juga memiliki jadwal penerbangan internasional.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

SUV Premium Mitsubishi Destinator Makin Pintar dengan Mitsubishi Connect

Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…

12 jam ago

Rumah Sehat Fohow Resmi Dibuka di Pekanbaru, Hadirkan Terapi Meridian TCM

Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…

12 jam ago

Keren! Tim Mahasiswa PCR Wakili Asia Pasifik di AAKRUTI Global Texas

Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…

12 jam ago

Fordismari Kritik Penunjukan Pj Sekda Kampar, Ini Tuntutannya

Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…

12 jam ago

Diduga Terlibat Narkoba, Kades Koto Tandun Ditangkap Polisi

Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…

13 jam ago

PSMTI Riau Perkenalkan Ketua Baru kepada FPK Riau

PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…

13 jam ago